Kejahatan Anak di Mempawah Meningkat

MEMPAWAHPOSTKOTAPONTIANAK.COM ! Hingga Mei 2016, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) mengungkapkan terdapat 18 kasus anak yang ditanganinya. Data itupun menjadi sinyal permasalahan anak di Kabupaten Mempawah patut mendapatkan perhatian ekstra.

“Ada 18 kasus kejahatan anak sepanjang tahun 2016 ini. Jumlah ini sangat besar dibandingkan sebelumnya. Disamping kasus kejahatan anak yang meningkat, kesadaran masyarakat untuk melapor juga semakin baik,” kata Ketua KPAID Mempawah, Kusmayadi.

Kusmayadi menyebut, meningkatnya kasus kejahatan anak diwilayah itu menimbulkan keresahan dan kehawatiran. Sebab, setiap kasus kejahatan anak dipastikan berdampak buruk terhadap masa depan korban. Bahkan, menimbulkan trauma dan ancaman gangguan mental.

“Tidak sedikit korban kejahatan yang mengalami trauma berkepanjangan hingga nyaris bunuh diri. Makanya, kami selalu melakukan penampingan terhadap para korban. Semaksimal mungkin kita berupaya mengembalikan mental dan kepercayaan diri korban,” tuturnya.

Kusmayadi mengungkapkan, para pelaku kejahatan anak cenderung dilakukan orang-orang disekitar korban. Mulai dari orang tua sendiri, paman, tetangga, teman sekolah, teman bermain dan lainnya. Karenanya, pengawasan terhadap anak harus dilakukan dengan maksimal oleh para orang tua.

“Banyak faktor yang mendorong pelaku kejahatan anak. Salah satunya tayangan pornografi baik melalui tontonan televisi, media sosial, situs porno dan lainnya. Makanya, kami sangat  mendukung langkah KPAI untuk memblokir game-game online yang bersifat pornografi,” ungkapnya.(leo/din-PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *