Kawasan Hutan Serimbu Terusik, 210 Batang Kayu Tak Bertuan Diamankan

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! NGABANG-Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak, Alpius, kemarin,(26/3), mengatakan,

kayu hasil olahan campuran yang diduga berasal dari Kawasan Hutan di Kecamatan Air Besar, Serimbu, berhasil di amankan Tim, terdiri dari Polhut Kalbar, Polhut Kabupaten Landak, dan Muspika Kecamatan Air Besar, yang sekarang di amankan di kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak. / ya' dan
kayu hasil olahan campuran yang diduga berasal dari Kawasan Hutan di Kecamatan Air Besar, Serimbu, berhasil di amankan Tim, terdiri dari Polhut Kalbar, Polhut Kabupaten Landak, dan Muspika Kecamatan Air Besar, yang sekarang di amankan di kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak. / ya’ dan

tim yang terdiri dari Polhut Provinsi Kalbar dan Polhut Kabupaten Landak dan Muspika Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak berhasil mengamankan 2010 batang kayu olahan campuran, yang dilakukan pada dua kali eksen, tanggal 22 Maret 2015 dan tanggal 25 Maret 2015.

Dugaan sementara kayu tersebut berasal dari kawasan HPL,Hutan Lindung dan Hutan Konservasi di wilayah Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak. “ Kasus ini akan ditindaklanjuti, kemudian bagi yang merasa memiliki kayu tersebut silahkan berhubungan dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak. Apakah ilegal atau tidak, silahkan tunjukan dokumennya. Kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku, ” tegas Alpius.

Ia menambahkan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak, sesuai dengan aturan yang berlaku akan menindak tegas pelaku pembalakan. “ Untuk menegakkan aturan kita juga minta kepada semua pihak untuk dapat bekerjasama. Karena mengingat kami juga memiliki keterbatasan tenaga. Jadi kalau ada pelanggaran yang terjadi di kawasan hutan, diharapkan masyarakat dapat bekerjasama dengan memberikan laporan kepada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak. Kemudian atas kerjasama yang telah terjalin selama ini kami mengucapkan terima kasih, ” kata Alpius.

Sementara itu keterangan dari Marsono, penyidik Polhut Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Bunhut) Kabupaten Landak, mengatakan, yang pertama pada tanggal 20 Maret 2015, kronologis penangkapan kayu olahan, yaitu menindaklanjuti laporan dari Camat Kecamatan Air Besar. “ Kemudian setelah mendapat izin dari Kadis Bunhut, kita langsung ke Serimbu, ternyata setelah datang ke Serimbu, kayu atau barang bukti tidak ada lagi, kita tidak mendapatkan apa-apa, di TKP barang bukti tidak ada lagi, ” ucapnya.

Masih menurut Marsono, kemudian pada tanggal 22 Maret 2015, menerima laporan lagi dari Camat Air Besar, yang mengatakan ada tumpukan kayu di Steher dan di depan Pos KSDA Serimbu. Kita datang lagi di Serimbu, kita lakukan croscek, ternyata tidak ada lagi kayunya. Selanjutnya pada Jam 3 subuh tanggal 22 Maret 2015, kita mantau di peredaran di perjalanan, kita ada melihat truk bawa kayu, lalu kita cegat, kita giring ke Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan. Truk ini tidak ada plat.

Kita suruh bongkar. Setelah itu saya masuk ke ruangan kantor untuk mengambil kamera dengan maksud untuk memotret truk, ternyata setelah saya keluar truk tersebut sudah kabur. Saya belum sempat nanya nama supirnya, belum sempat nanya dokumennya. “ Begitu saya mau ngambil kamera, begitu keluar teryata truk di bawa supirnya kabur. Kita tidak sempat nanya nama supir truk itu, supir bersama truk kabur entah kemana, ” tutur Marsono.

Sementara itu untuk penangkapan kayu sejumlah 146 batang sebagaimana keterangan dari ketua tim SPORG Polhut Kalbar, Heri Novianto,bahwa tim sebelumnya mendapat laporan, kita langsung terjun ke Serimbu untuk melakukan penyidikan, dan ternyata di TPK kita menemukan tumpukan kayu sejumlah tersebut. Kayu itu kita angkut dengan truk dan sekarang di amankan di Kantor Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak. Novi menegaskan, “ sesuai dengan tugas dan fungsinya dan menegakkan aturan yang berlaku, bahwa pengamanan hasil hutan ini kita berpegang pada aturan yang berlaku, ” tegasnya. /Ya’Syahdan

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *