Kata Usman : Sudianto Lim alias Aseng Terkesan Kebal Hukum

Drs. Uray Usman Saidi. AS, Ketua Umum BPBN Kab. Melawi./ foto : Frans
Drs. Uray Usman Saidi. AS, Ketua Umum BPBN Kab. Melawi./ foto : Frans

PONTIANAK ! Drs. Uray Usman Saidi. AS, Ketua Umum Barisan Patriot Bela Negara ( BPBN ) Kabupaten Melawi

mempertanyakan Laporan Pengaduan dari Nusantara Corruption Watch ( NCW ), Tentang            informasi Penanganan Tindak Lanjut Proses Hukum          Terhadap  Manipulasi PSDH – DR, Illegal Logging Dan Pembabatan Hutan Lindung.

Untuk itu kami berharap kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum ( Kejaksaan Agung Republik Indonesia ) dapat lebih memberikan tegaknya penerapan supermasi hukum yang benar-benar berani, sehingga bagi mereka yang berani mengkangkangi peraturan perundangan di Republik ini, akan benar-benar berpikir berjuta kali dalam melakukan tindak kejahatan, ujar Usman.

Menurutnya, Nota Dinas dari Jaksa Agung Muda Intelelijen yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Kejaksaan Agung Republik Indonesia), Nomor: R-263/D/L.4/02/2015, tertanggal, 24 Fabruari 2015, dan Surat Direktur Tindak Pidana Umum Lainnya, Atas Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Kejaksaan Agung Republik Indonesia), ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Nomor: B – 533/E/Euh.3/3/2015, tertanggal, 6 Maret 2015, Tentang Mohon Tindak Lanjut Proses Hukum Terhadap Manipulasi PSDH – DR, Illegal Logging Dan Pembabatan Hutan Lindung.

Kata Usman, menganalisis, memperhatikan, dan mengevaluasi bahwa sampai dengan permohonan surat ini sampaikan, terlihatlah jelas bahwa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, kurang memiliki kemampuan dan keberanian dalam menangani kasus (seperti tersebut dalam perihal surat), dan bahkan dapat diduga bahwa saudara Sudianto Lim alias Aseng memiliki kekebalan hukum yang sangat luar biasa, dan merupakan manusia super Indonesia, sehingga tidak seorangpun penegak hukum di Republik Indonesia yang mampu menjaringnya karena kemampuannya mempengaruhi penegak hukum dan kelihaiannya mengkangkangi Undang-Undang serta Peraturan yang berlaku.

 Lanjut dia, di dalam surat Direktur Tindak Pidana Umum Lainnya, Atas Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Kejaksaan Agung Republik Indonesia), pada poin 2 (dua), sangat jelas bahwa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat telah diminta untuk segera menyampaikan laporan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Kejaksaan Agung Republik Indonesia) dengan kronologis penanganannya.

Ternyata selama 7 (tujuh) hari waktu yang diberikan kepada Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, tidak pernah diketahui hasil-hasilnya, bahkan saudara Sudianto Lim alias Aseng dalam aktivitas usahanya belakangan ini telah menyeret penegak hukum lainnya dalam lingkaran kepiawaian picik dan licik gerak bisnisnya, pungkas Uray Usman./ red-PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *