Kapolresta Depok : Polisi berhasil Amankan Pelaku Curanmor

Kapolresta Depok, Ahmad Subarkah (Ist)
Kapolresta Depok, Ahmad Subarkah (Ist)

POSTKOTAPONTiANAK.COM, DEPOK- Kepala Kepolisian Resta (Kapolresta) Depok Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Ahmad Subarkah membenarkan, bahwa pihaknya telah berhasil  membekuk enam orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kelompok Kapten. Kelompok ini dikenal sadis dan kejam. Mereka tidak segan-segan melukai korbannya.

“Benar kelompok Kapten tersebut tidak segan-segan melukai korbannya apabila korban melawan. Mereka biasa beroperasi di tempat parker,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/3/2015), di kantornya.

Menurutnya, bahwa kronologis penangkapan gerombolan Kapten tersebut, berawal dari informasi masyarakat. Dimana salah seorang pelaku bernama Sartadji kerap kali melakukan curanmor di wilayah hukum Depok. Dari sekecil  informasi tersebut, maka pihaknya langsung melakukan pengintaian.

” Akhirnya pihak kepolisian berhasil menangkap ke enam pelaku di rumahnya di kawasan Jalan Jabon, Kampung Sawah, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor,” tutur Subarkah.

Dia juga menerangkan, keenam pelaku tersebut yakni, Sartadji alias Aji,Badrul alias Dengke, Ahmad Jaelani, Angga Andriansyah,Rama alias Tebo dan Nopriadi alias Bandrek. Keenam orang tersebut memilik peran dan tugas masing-masing. Dari mulai pemetik sampai mengamankan dan menjual hasil curanmor ke penadah.

 “Kelompok Kapten tersebut boleh dibilang nekat, karena mencuri sepeda motor di tempat parkir dengan cara memodifikasi mobil Avanza dan memasukan motor ke dalam mobil,” ujar Subarkah.

Subarkah menambahkan, wilayah aksi pelaku ternyata tidak hanya di wilayah  Depok, melainkan juga Bogor dan Tangerang. Dalam menjalankan aksinya pun, kelompok Kapten selalu berhasil membawa dua sampai tiga kendaraan setiap harinya. “Komplotan ini selalu menjual hasil curiannya dalam keadaan utuh. Penadah lah yang kemudian menjual barang curian itu secara terpisah,” ujarnya.

Sementara itu salah seorang pelaku Angga mengungkapkan bahwa dirinya bergabung dengan kelompok Kapten karena kebutuhan ekonomi. “Uang hasil rampasan kita buat foya-foya karena masing-masing hanya dapat Rp 300 ribu yang sering kita ambil kebanyakan motor matic karena cepet lakunya,” akunya.

Dari pantauan wartawan, alat bukti yang berhasil diamankan adalah, golok, sangkur komando, gunting, kunci leter T dan anak kunci. Disamping tiga barang curian yakni tiga unit kendaran roda dua yang belum sempat di jual serta mobil Toyota Avanza warna Silver.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *