Kapolda Kalbar Targetkan Reserse Narkoba Harus Bongkar Bandar Besar Narkoba

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Musyafak SH MM, menginstruksikan keseluruh perwira reserse narkoba untuk bertindak tegas, keras namun terukur, terhadap bandar narkoba, pasalnya dampak yang ditimbulkan dari peredaran narkoba  akan merusak generasi muda bangsa.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Musyafak pada acara coffee morning dihadapan para perwira reserse narkoba Kamis kemarin. Tak hanya intruksi namun yang lebih ditekankan berkaitan dengan pemberantasan narkoba sejalan dengan perintah langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Musyafak menilai kurang lebih lima bulan dirinya menjabat Kapolda Kalbar, namun jajaran reserse narkoba belum dapat mengungkap kasus besar, padahal Kalimantan Barat menjadi zona rawan peredaran narkoba melalui jalur lintas batas antar negara.

“Jika kita tarik garis melalui letak geografis Kalbar memiliki wilayah lautan sepanjang 1000 km yang dapat menghubungkan negara segi tiga emas penghasil narkotik terbaik dunia, yaitu Myanmar, Laos dan Thailand dan Malaysia sebagai pintu masuk narkoba ke Indonesia, jalur ini yang harus kita awasi jangan sampai kita kecolongan, ” tegas Musyafak, kepada seluruh jajarannya di Mapolda Kalbar.

Karena sesuai konvesi Havana Cuba tanggal 27 Desember 1979, lanjut Musyafak mengatakan disepakati oleh polisi-polisi dunia, bahwa aparat penegak hukum bisa menggunakan tindakan kekerasan dengan menggunakan senjata api apabila untuk mencegah kejahatan yang lebih besar, untuk melindungi harta benda dan jiwa raga masyarakat atau petugas dikawatirkan pelaku melarikan diri, seperti cara lain yang sudah ekstrim dilakukan namun tidak mampu mencegahnya.

“Ya berikan tindakan keras jika itu memang mengkhawatirkan keselamatan dalam bertugas. Yang jelas penggunaan senjata api harus terukur dan senjata api digunakan untuk melumpuhkan  bukan membunuh. Dalam persoalan ini target Direktorat Reserse Narkoba untuk mengembangkan kasus kasus narkoba yang sekarang ditangani. Jika perlu para bandar narkoba dikenakan Undang-undang tindak pidana pencucian uang , para bandar narkoba harus dimiskinkan karena mereka juga tidak memikirkan nasib generaai bangsa yang mereka rusak karena narkoba, ” tukas Musyafak.*/R (/abePKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *