KAMMI Lantang Serukan Tolak Paham PKI di Indonesia

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM –– Aksi menolak paham komunis dan melawan kebangkitan PKI di Indonesia disampaikan oleh puluhan mahasiswa KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) di bundaran tugu Digulis Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat.

Tak ayal, aksi damai yang digaungkan KAMMI dalam rangka kilas balik peristiwa G 30S/PKI yang melakukan pemberontakan dengan tujuan untuk mengulingkan kekuasaan Presiden Soekarno serta bertujuan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara menjadi paham komunisme.

“Jadi hari ini kita melakukan orasi damai, untuk mengingatkan kembali pada sejarah kelam yang dilakukan oleh para penganut komunis seperti Gerakan 30 September oleh PKI yang menjadi sebuah malapetaka bagi pemerintah presidensial pimpinan Presiden Soekarno. Peristiwa G30S PKI merupakan tragedi berdarah nasional, dan memakan korban jiwa yang sangat besar, ” kata  Adi Sutrisno selaku Korlap KAMMI, Senin (3/9/16).

Menurut Adi, terhitung sejak tahun 1998 hingga tahun 2015, pasca reformasi 1998 para pimpinan maupun anggota PKI yang dibebaskan dari penjara beserta keluarga dan para simpatisannya yang masih mengusung ideologi komunis justru menjadi pihak yang paling diuntungkan seakan memberikan mereka ruang baru untuk melakukan gerakan pemutar balikan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai pahlawan.

“Maka tidak heran jika sekarang mulai bermunculan indikasi gerakan PKI salah satunya penyebaran stiker lambang PKI palu arit yang dikreasikan dengan seni sehingga sulit terdeteksi adanya pelanggaran oleh aparat penegak hukum, belum lagi mereka telah menggelar rapat-rapat gelap terjadi terus di beberapa daerah dan sempat dibubarkan oleh aktivis anti PKI. Saya rasa saat ini keberadaan PKI juga mulai menyusup ke semua elemen dengan berbagai metode agar dapat hidup dan berkembang kembali, ” cercanya.

Jelas KAMMI menolak ideologi komunis, lanjut Adi mengatakan selain itu juga KAMMI siap menjadi elemen bangsa yang mempertahankan NKRI dan menolak segala bentuk paham radikalisme termasuk paham komunis. Pemerintah harus bersikap waspada terhadap gerakan aksi subversif asing yang membantu aksi-aksi perjuangan kaum komunis di Indonesia dan memberikan pencerahan kepada para pelajar tentang kebiadaban yang pernah dilakukan PKI di Indonesia bahaya paham komunis bagi keutuhan NKRI agar jangan sampai ada pemutaran balikkan fakta.

“Bukan hanya itu saja, tapi KAMMI juga menolak adanya rancangan undang-undang komisi keadilan dan rekonsiliasi (RUU KKR) karena akan merugikan masyarakat dan menguntungkan pihak PKI maupun keluarga eks PKI. Dalam persoalan ini KAMMI Menuntut aparat penegak hukum dan Kejaksaan melaksanakan UU RI no.27 tahun 1999 tentang keamanan negara yang berisi larangan penyebaran ajaran komunisme maupun pengunaan lambang palu arit, ” tegasnya.*/ ( And./AbePKP )

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *