Kak Seto Mengatakan : ” Anak Cerdas Bukan Hanya Pandai Matematika “

POSTKOTAPONTIANAK. COM

(NGABANG) – Kak Seto, ketua Perlindungan Anak Indonesia, Selasa (10/10/2017),  di aula Kantor Bupati Kabupaten Landak dalam acara seminar dengan mengambil judul,” mendidik dengan cinta. ” Dalam paparannya mengatakan bahwa

selama ini banyak salah kaprah tentang cara dan pola yang dilakukan para pendidik seperti guru ataupun orang tua dalam mendidik anak mereka. Banyak orang tua ataupun guru yang kerap memaksa anak untuk belajar, bahkan mendidik menggunakan cara keras seperti marah. Akhirnya sekolah menjadi semacam penjara bagi anak, yang berakibat anak menjadi fobia atau takut masuk sekolah.

Tokoh pendidikan Seto Mulyadi atau yang akrab dipanggil Kak Seto mengungkapkan keprihatinannya tersebut di depan ratusan guru pendidikan anak usia dini (PAUD) , TK dan SD di aula kantor Bupati Landak, di dalam acara seminar tersebut.

Kak Seto mengajak para guru dan orang tua untuk mengubah cara mendidik anak – anak dengan cara yang menyenangkan dan kasih sayang. Karena pada dasarnya semua anak itu memiliki kecerdasan dan keunikan masing – masing. Kreativitas dan bakat itulah yang harus didukung dan dikembangkan.

“Anak cerdas itu bukan hanya yang pandai matematika saja, tapi bisa juga dia pandai di bidang seni, atau sosial. Semua itu juga bisa disebut cerdas” , terang Ketua Lembangan Perlindungan Anak Indonesia ini.

Karena belajar yang efektif itu bukan dengan paksaan, tapi harus ada unsur hiburannya, permainan termasuk memasukan unsur warna – warni agar lebih menarik.

“Jangan biasakan anak untuk menghafal dan meniru tapi biarkan dia berkreasi bebas. Guru dan orang tua harus punya cara yang menyenangkan dalam mengajari anak. Hentikan omelan, gantilah dengan bernyanyi​ atau diskusi. Kalau ibu ingin marah ke anak, lebih baik pergi ke dapur lalu bersihkan peralatan dapur untuk pelampiasan”, ujar Seto sambil berseloroh.

Tidak hanya mengajarkan teori, tapi Kak Seto juga mengajak guru – guru yang hadir untuk bernyanyi , bahkan menciptakan lagu yang menarik dan sederhana namun punya makna bagi anak.

Sementara itu Bupati Landak Karolin Margret Natasha merasa Kabupaten Landak masih punya segudang masalah terkait ibu dan anak. Mulai dari angka kematian ibu dan anak yang masih ada di zona merah, hingga kekerasan terhadap anak.

Oleh karena ya edukasi bagi para guru dan orang tua ini menjadi penting untuk merubah paradigma dalam mendidik anak. Karolpun tak bosan untuk meminta ratusan guru dan orang tua yang hadir untuk berinovasi dalam mendidik anak. Salah satunya dengan cara mendongeng.

“Ini langkah pertama kita dari sejuta langkah kita untuk mencetak generasi Landak yang unggul dan bisa bersaing di masa depan”, tutur Karolin.

Kak Setopun mengapresiasi langkah Bupati Landak yang menginisiasi acara seperi ini. Karena ibu dan guru adalah kunci membentuk karakter anak kedepan.

“Dengan memberdayakan ibu dan guru ini akan merubah paradigma keliru. Di tangan ibu maka akan ada perubahan karakter suatu bangsa. Sangat strategis”, tambah Seto.

Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya , untuk mengisi peringatan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Landak ke-18 tahun ini, Bupati Landak Karolin Margret Natasa memilih menggadakan serangkaian kegiatan untuk memberdayakan kelompok ibu dan anak.

Dengan tajuk “Dari Landak untuk Ibu dan Anak “, berbagai kegiatan seperti mendongeng dan seminar parenting bersama Kak Seto, lomba foto ibu dan anak , sampai pemeriksaan kanker serviks gratis di Puskesmas diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Landak. (ril/dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *