Kadis Bimasda Depok : Segera Revitalisasi Jalan Raya Sawangan

DEPOK, POSTKOTA PONTIANAK.COMDinilai kerap menjadi titik sentral kemacetan di Jalan Pramuka atau simpang Kodim, maka

Kadis Bimasda Kota Depok, Yulistiani Mochtar (Ist)
Kadis Bimasda Kota Depok, Yulistiani Mochtar (Ist)

tahun ini Pemerintah Kota Depok akan melakukan revitalisasi Jalan Raya Sawangan. Revitalisasi jalan tersebut dilakukan tahun ini karena detil engineering design (DED) revitalisasi tersebut sudah terbit.

“ Jadi memastikan akan melakukan revitalisasi Jalan Raya Sawangan, bahkan DED-nya sudah terbit,” terang Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Yulistiani Mochtar kepada wartawan, kemarin, dikantornya.

Dia mejelaskan, bahwa Pemkot Depok telah melakukan komunikasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Namun, saat ini yang harus dilakukan adalah melakukan relokasi terhadap sebuah bangunan masjid yang ada di simpang jalan tersebut. Saat ini prosesnya sudah pada tahap tinjauan dan komunikasi dengan pihak DKM masjid tersebut. Setelah proses relokasi selesai, maka selanjutnya adalah tahapan lelang.

 ” Dari hasil komunikasi yang sudah dilakukan pihak Dinas Bimasda, DKM Masjid Istiqomah sudah memperbolehkan masjid untuk direlokasi,” jelas Yulistiani.

Ditempat yang sama Hardiman, selaku  Kepala Bidang (Kabid) Jalan Jembatan Dinas Bimasda Kota Depok membenarkan, bahwa saat ini Jalan Raya Sawangan hanya memiliki lebar tujuh meter. Dengan frekuensi kendaraan yang melintas hingga 11.166 kendaraan sehari pada peak hour di simpang Kodim. Dengan kapasitas jalan yang ada saat ini, maka arus lalu lintas kendaraan sering tidak lancar. Ditambah lagi, terdapat jembatan yang kondisinya tidak idel. Karena jembatan itu berada di atas Kali Licin yang tingginya mencapai 70 sentimeter.

“ Artinya, kondisi jembatan yang tidak ideal itu juga menambah kemacetan yang terjadi setiap harinya,” ujarnya.

Dia menerangkan, bahwa revitalisasi jalan di simpang kodim tersebut rencananya dilakukan dalam dua tahap. Saat ini, prosesnya masuk dalam lelang supervisi. Dan jika sudah ada pemenang maka dilanjutkan dengan lelang fisik. Proses lelang sendiri diharapkan selesai pada akhir Maret. Sehingga diharapkan pada April sudah bisa dilakukan pengerjaan fisik.   “Anggarannya Rp4 miliar untuk panjang 100 meter,” terang Hardiman.

Menurut Hardiman,  Jalan Pramuka akan dilebarkan antara 16-18 meter. Kemudian, dari arah Sawangan menuju perempatan juga akan dilebarkan antara 16-18 meter. Sedangkan tepat di bagian perempatan akan dilebarkan menjadi 20 meter.

 “Jembatan Tamiya rencananya juga akan diturunkan sekitar 40 sentimeter yang sekarang tingginya 70 sentimeter. Kemudian jalan yang rendah akan diratakan menjadi 30 sentimeter juga,” tuturnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *