Kades yang Harus Menegakkan Adat, Kali Ini Kades Di Sidangkan Secara Adat

(Foto dok jhon)
(Foto dok jhon)

Poskotapontianak.com ! Melawi – Selama ini kepala desa (kades) yang harus menegakkan adat di desa yang dipimpimnya. Tapi kali ini, Kades Sidomulyo Kecamatan Nanga Pinoh,kabupaten Melawi.

Oknum kades sidemlyo sugimiarto yang harus menerima hukum adat gara-gara memasuki rumah anak tirinya yang tidak ada pemberitahuan terhadap anak tirinya serta ada kalimat pengancaman.

Pada sidang adat, Jumat (16/12) jam 2.00 Wiba di Sekretariat Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Melawi, di Jl Provinsi KM 5 Nanga Pinoh Jovi menceritakan, kronologis kejadian mengapa dirinya serta kakek nya orang tua dari mama kandungnya menuntut hukum adat terhadap SGM.

Pada Tanggal 26 November 2016. Sekitar jam 8 malam dirinya bersama kakek dan nenek serta pamannya ingin bermaksud menemui bapak tirinya yaitu kades sidemilyo dirumah kediaman abang nya.

“Yang ingin mempertanyakan serta menyampaikan permasalahan yang terjadi antara oknum kades selaku bapak tirinya dengan ibu kandung nya, agar semua jelas dan pihak oknum kades sugimiarto bisa mengetahuinya. Namun, pada saat menyampaikan maksud dan tujuan, oknum kades sugimirarto kembali melakukan hal hal yang tidak terpuji dan langsung marah marah serta mengeluarkan kata kata yang tak pantas didengar serta ada kalimat pengancaman hendak membunuh, Anak tiri.

Jovi kembali menambahkan kepada Wartawan, dirinya menuding bapak tirinya telah berselingkuh dengan perempuan lain lagi.

Berdasarkan pengakuan dari oknum Kades Sugimiarto yang merupakan Kades Sidomulyo Nanga Pinoh Kabupaten Melawi bahwa pada tanggal tersebut, menginap dirumah Yovi anak tirinya selama tiga hari berturut turut, tanpa sepengetahuan dan seijin Jovi selaku pemilik rumah.

Namun menurutnya, apa yang dituduhkan Jovi selaku anak tirinya kepadanya, dirinya merupakan suami yang sah daripada mama kandung nya Jovi.

Dan menurutnya dirinya tidak menyalahi aturan, ungkap Jovi Sahat sat ketemu media ini selesai acara sidang.

Kepada wartartawan yang bertemu langsung Sudarmono Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Melawi, meminta kedua belah pihak agar dapat menempuh jalur damai secara kekeluargaan. “Sebab DAD merupakan wadah untuk mencari solusi untuk berdamai bukan malah menambah permasalahan. Karena wadah ini adalah pembelajaran tentang adat istiadat,”ungkap Sudarmono./ John/Biro PKP Melawi

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *