Kabut Asap, Nelayan Takut Melaut

Reporter : Devi Lahendra
KAKAP ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Dampak dari tebalnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan

Puluhan Perahu Nelayan Tradisional Sandar Didermaga Kakap, Usai Melaut. / foto : Devi Lahendra
Puluhan Perahu Nelayan Tradisional Sandar Didermaga Kakap, Usai Melaut. / foto : Devi Lahendra

Barat, tak hanya dirasakan oleh masyarakat yang kesehariannya beraktifitas didaratan. Namun dampak kabut asap justru dirasakan lebih berat oleh segelintir orang yang menggantungkan hidup mereka dilaut.

Samian (45) nelayan asal Kecataman Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, ini justru merasakan dampak kabut asap menjadi bencana bagi dirinya dan rekan-rekan sesama nelayan yang tidak berani untuk melaut  karena jarak pandang hanya sekitar 100 sampai 200 meter.

“Ya bisa dikatakan saat tebalnya kabut asap, kita yang mencari nafkah dari hasil tangkap dilaut hanya bisa menggantung jaring. Karena kabut dilaut cukup tebal kita tidak berani melaut, takut terjadi hal yang tidak kita inginkan, ” tutur Samian pada postkotapontianak.com, Senin (19/10/15).

Dikatakan Samian, meskipun sampai saat ini belum terjadi kecelakaan laut akibat tebalnya kabut asap, namun pendeknya jarak pandang tetap masih menjadi kendala utama ketika kabut menyelimuti luasnya laut.

“Ya, kalaupun kita harus memaksakan diri untuk turun melaut kita hanya berani bermain di dekitar pantai, tidak berani mengambil jarak melaut yang lebih jauh seperti hari biasanya, ” tukasnya mengakhiri./

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *