Jembatan Penanjung Butuh Sentuhan

Ditinggalkan : Jembatan gantung Penanjung yang mulai menua kini jarang dilewati warga. Struktur bangunannya yang sebagian sudah menua serta hadirnya jembatan baru membuat jembatan bersejarah  ini mulai ditinggalkan.

POSTKOTA PONTIANAK.COM

SEKADAU-Jembatan gantung yang terletak di Dusun Penanjung, Desa Mungguk Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, sudah

Jembatan gantung Penanjung yang mulai menua kini jarang dilewati.(foto:yahya/PKP)
Jembatan gantung Penanjung yang mulai menua kini jarang dilewati.(foto:yahya/PKP)

banyak memberikan manfaat kepada masyarakat terutama dalam kelancaran arus transportasi. Jembatan tersebut sudah menjadi sarana penghubung sejak waktu lama, jauh sebelum jembatan yang baru dibangun.

Pasca dibangunnya jembatan baru yang posisinya tepat berada di sebelah jembatan gantung, jembatan itu sudah mulai jarang difungsikan.

Hanya sesekali pengendara yang lewat, itupun hanya menggunakan kendaraan roda dua. Bangunan yang membelah sungai Sekadau itu kini lebih dominan difungsikan sebagai sarana nongkrong kawula muda di sore hari.

Meski demikian, tetap saja jembatan tersebut masih menjadi sarana penghubung jalur darat yang cukup vital, terutama bagi masyarakat setempat.

Namun, kondisi jembatan saat ini cukup memprihatinkan. Di bagian lantainya terdapat lubang dimana-mana akibat lantai papan patah atau pecah.

Selain itu, paku bermunculan dimana-mana dan bisa mengancam keselamatan pejalan kaki ataupun roda kendaraan bermotor.
“Jembatan itu sepertinya sudah perlu direnopasi karena kondisinya kurang memadai sebagai sarana transportasi.

“ Saya kurang paham siapa yang berhak menangani perbaikan jembatan itu, apakah pemerintah Kabupaten atau pemerintah Provinsi, yang jelas, sudah layak dilakukan perbaikan ringan, terutama pada bagian lantai,” ucap warga Dusun Engsali, Yuli Pemilik Losmen Kenanga Kepada “Postkotapontianak.com”.

Selain struktur bangunannya yang sudah mulai menua, Yuli menilai perbaikan cukup penting dilakukan karena jembatan tersebut juga punya nilai jual wisata serta nilai historis.

“ Saya lihat jembatan itu sering dijadikan objek foto oleh kalangan fotografer lokal. Saya kira bangunan itu punya nilai jual tersendiri serta tak ketinggalan nilai-nilai sejarah mengingat usianya yang sudah cukup tua,” nilai Yuli.

Jembatan gantung Penanjung sudah jarang difungsikan sampai awal abad 21. Sebelum tahun 2000-an, jembatan itu merupakan akses vital bagi masyarakat perhuluan Kapuas menuju arah Pontianak.(Yahya)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *