Januar Jemput Bola Sambungan MBR Sungai Beliung

“Warga Mengeluh Air Belum Mengalir, Tagihan Beban Sudah Diterima”

Ketua Tim Hibah Air Minum APBN TA II Masyarakat Kurang Mampu (MBR) Tinjau Sambungan Baru Sungai Beliung. / foto : Hendri Wjs
Ketua Tim Hibah Air Minum APBN TA II Masyarakat Kurang Mampu (MBR) Tinjau Sambungan Baru Sungai Beliung. / foto : Hendri Wjs

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM –– Masuk dalam 300 titik percepatan sambungan air bersih melalui program masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tak ayal menjadikan Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat sebagai daerah yang terbilang sedikit dalam penerimaan program MBR dibandingkan dua kecamatan lainnya yang mencapai angka kurang lebih 700 bahkan sampai 900 titik sambungan air bersih MBR.

Ironisnya meski terbilang sedikit dalam sambungan MBR, justru masyarakat Kelurahan Sungai Beliung penerima MBR jauh lebih lambat mendapatkan suplay air bersih dibandingkan dengan warga Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Timur yang kini telah menikmati air bersih mengalir sampai ke rumah masyarakat penerima MBR.

Faktor tidak adanya keselarasan antara pemangku  kebijakan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak diwilayah Kecamatan Pontianak Barat dengan tim hibah air minum APBN tahun anggaran ke II masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), tampaknya menjadi pemicu tidak mengalirnya air kepelanggan baru hingga memasuki medio tiga bulan sejak dipasangnya jaringan ke rumah pelanggan.

“Jadi kemaren kita sudah turun langsung di Keluraha Sungai Beliung tepatnya di Jalan Parit Tengah, Gang Kurnia 1, disitu terdapat kurang lebih 30 titik sambungan MBR namun hingga kini air tidak mengalir, padahal mereka sudah melaporkan hal tersebut. Disini sangat kita sayangkan sekali tidak adanya proaktif dari kantor wilayah untuk melakukan sistem jemput bola atau turun kelapangan melihat keluhan dari para pelanggan, dan memang itu tugas kita di PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, ” cerca Ketua Tim Hibah Air Bersih APBN TA II MBR, Januar Pribadi. SE, pada postkotapontianak.com, Minggu (11/9/16).

Terjadinya kendalan dilapangan, lanjut Januar mengatakan harus menjadi perhatian serius bagi pihak terkait untuk mewujudkan agar program sambungan air bersih benar-benar terlaksana dengan baik, dan justru bukan menjadi beban bagi masyarakat selaku pelanggan.

“Jika kita bekerja terjun langsung kelapangan dengan sistem jempot bola, maka segala permasalahan akan kita ketahui. Seperti yang terjadi di Sungai Beliung, kendala tidak mengalirnya air dikarenakan belum adanya jaringan pipa induk, saya rasa untuk pipa induk tidak menjadi persoalan yang besar kalaulah ditangani secara baik. Saya rasa sudah saatnya kita bekerja dengan baik dan terjun langsung kelapangan sejalan dengan semangat Walikota Pontianak yang terus memberikan kinerja terbaik untuk Kota Pontianak, ” kata Januar.

Ditempat terpisah, Erwinsyah (30) warga Gang Kurnia 1, Jalan Paret Tengah Rt 05/Rw 29, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat mengeluhkan kurangnya pelayanan dari PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak terhadap para pelanggan sambungan baru yang menerima prgroam MBR, mengingat kebutuhan air bersih menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Kota Pontianak.

“Sejak dipasang sampai saat ini sudah memasuki kurang lebih 3 bulan tetapi air sama sekali tidak mengalir, padahal kita sudah menyampaikan keluhan ini tapi tidak ada tanggapan sekali. Dan yang saya herankan lagi, air belum mengalir namun untuk tagihan beban sudah datang ke kita, padahal sampai saat ini kite blm memakai air. Apakah ini akal-akalan dari PDAM untuk meraup keuntungan dari warga, namun tidak mau peduli dengan keluhan warga. Tapi dalam hal ini kita
Sangat berterima kasih dengan Walikota Pontianak yang sudah memberikan perhatian penuh kepada masyarakat yang kurang mampu, ” paparnya. */ (Dev)

Ikuti Berita  :  71 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Parit H Tambong Belum Dapat Aliran PLN  

Lantamal XII Tanam Mangrove di Mempawah

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *