Jangan Terpengaruh Politik Uang di Pilkades Serentak

POSTKOTAPONTIANAK.COM –SEKADAU ! Pemilihan Kepala Desa secara serentak akan dilakukan sebanyak 19 desa di Kabupaten Sekadau pada tahun ini. Di era reformasi seperti saat ini euforia masyarakat berpengaruh dan adanya kontrol masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintah desa.
Bayu Dwi Harsono, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesbang, Pemdes Kabupaten Sekadau mengatakan, tanpa adanya pendidikan politik sering menimbulkan kericuhan dan memunculkan isu kekerasan dan penyimpangan atas nilai demokrasi mewarnai hajat demokrasi salah satunya pelaksanaan Pilkades.
Dikatakan Bayu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) juga berperan penting dalam mengawal mekanisme dan proses politik yang membangun. “Untuk itu perlunya sosialisasi kepada masyarakat oleh BPD,” ujarnya, Senin (18/4).
Hermanto, Camat Sekadau Hilir, mengatakan di Kecamatan Sekadau Hilir ada beberapa desa yang akan melaksanakan pikades serentak. Desa-desa yang akan melaksanakan pilkades serentak diantaranya, Tanjung, Semabi, Sungai Ringin, Seraras, Gonis Tekam, Engkersik, Tapang Semadak dan Landau Kodah. “Harapanya tentu pilkades serentak ini nantinya akan berjalan lancar,” ucapnya.
Sementara itu, Aloysius, Wakil Bupati Sekadau mengatakan pemilihan kepala desa merupakan suatu proses pergantian kepemimpinan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ada. “Masa jabatan kepala desa diatur jabatannya dan ketika berakhir harus ada pergantian kepemimpinan,” kata dia.
Dikatakan dia, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Desa, Pencalonan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa bahwa masa jabatan Kepala Desa yaitu enam tahun.
“Pelaksanaan kepala desa bukanlah tujuan tapi harus menghasilkan kepala desa yang berkualitas dan sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.
Dikatakan Aloy, masyarakat memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintahan desa sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Untuk itu, kata Aloy, Pilkades harus menjadi momentum memperkuat partisipasi masyarakat dalam berdemokrasi.
Aloy juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh politik uang atau sesuatu yang bersifat sementara. “Harapnnya tentu penyelenggaraan Pilkades bisa berjalan sukses. Pilkades ini menjadi sarana pendidikan demokrasi bagi masyarakat,” tandasnya. /Mus)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *