Jangan Lambat Bagi Kebun Sawit

NGABANG ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak, Alpius, pekan lalu,  di Ngabang, mengatakan, masalah pembagian kebun plasma jangan lagi sampai telat waktu, sebab itu yang kadang-kadang bisa memicu konflik yang berkepanjangan antara masyarakat dan perusahaan.

Alpius, Ssos, MM./ dan
Alpius, Ssos, MM./ dan

Menurutnya, pihak perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Landak, untuk senantiasa mengikuti aturan Permentan 98 tahun 2013. Tentang pola kemitraan, khususnya pembagian kebun-kebun masyarakat.

“Jika sudah memang waktunya harus segera direalisasikan, laksanakan, untuk menguranggi konflik. Namun jika perusahaan itu terlambat, maka itulah yang bisa menimbulkan gejolak-gejolak di dalam perusahaan tentang bagi hasil itu,” ucap Alpius.

Lanjutnya, karena masyarakat dalam 48 bulan sampai dengan 60 bulan, kadang kala belum dibagi, atau pemilahan antara kebun inti dan kebun plasma belum terlaksana. Sehingg itu yang bisa memicu konflik dan selama ini terjadi di Landak.

Alpius menambahkan, jika berkaca pada kesepakatan pola yang lama atau perusahaan-perusahaan yang sudah lama berinvestasi. Banyak yang pola 80 : 20, dan sementara untuk investasi perusahaan-perusahaan yang baru sudah mengarah pada pola 70 : 30.

“Tapi yang 70 : 30 itu dengan tetap mengacu pada biaya investasi, tapi kalau 80 : 20 itu memang dianggap masih sangat merugikan petani. Karena tingkat kesejahteraan petani tidak akan pernah meningkat jika 80 : 20,” pungkasnya. (dan)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *