Jalan Rusak : Tanam Pohon Pisang di Jalan Poros Desa Kapur, Tunggu Respon Pemkab Kubu Raya

Pohon pisang yang ditanam di Jalan Poros Desa Kapur Kec. Sui Raya KKK./ foto rean/Postkotapontianak.com
Pohon pisang yang ditanam di Jalan Poros Desa Kapur Kec. Sui Raya KKK./ foto rean/Postkotapontianak.com

KUBU RAYA ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Munculnya aksi dari kelompok masyarakat Desa Kapur Kecamatan Sui Raya Kabupaten Kubu Raya dikarenakan rasa keprihatinan terhadap kondisi jalan yang rusak parah serta rasa kekecewaan terhadap pemkab Kubu Raya dan stokeholder yang terkait karena telah merasa dibohongi dengan janji – janji perbaikan jalan.

Ketua Pemuda Desa Kapur Effendi HP, terkait penanaman sejumlah pohon pisang ditengah jalan raya poros Desa Kapur, mengungkapkan Masyarakat Desa Kapur selama ini sudah beberapa kali berusaha melakukan koordinasi kepada stokeholder yang membidangi permasalahan jalan maupun juga kepada pihak Pemkab Kubu Raya, saat ditemui di warung  Salawi Jalan Raya Desa Kapur Rt 4 / Rw 2 Dusun Parit Bugis Desa Kapur, Senin (17/10/2016), pukul 08.00 wib.

Kata Effendi, yang paling terakhir pada bulan Agustus 2016 Kades Kapur juga sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Wabup Kubu Raya dimana dari hasil komunikasi tersebut dijanjikan akan dilakukan perbaikan jalan yaitu H-7 sebelum tanggal 17 Agustus 2016. Namun sampai sekarang juga tidak pernah ada realisasi tersebut, sampailah dengan adanya inisiatif masyarakat untuk melakukan penanaman pohon pisang di tengah jalan.

Penanaman pohon pisang di tengah jalan poros Desa Kapur  sebanyak 8 pohon  dilakukan sejak Minggu, (16/10). Kemudian dilanjutkan Senen tanggal 17 Oktober 2016 sekelompok, papar Effendi.

Selain itu masyarakat Desa Kapur mulai melakukan pencegatan terhadap kendaraan yang melintasi jalan raya poros Desa Kapur tepatnya di depan warung Salawi, untuk kendaraan yang dicegat dan diminta untuk berbalik arah hanya kendaraan R6 / truk khususnya yang membawa muatan ( proyek perumahan ) sedangkan untuk kendaraan R4 dan R2 tetap diperbolehkan melintas, ujarnya.

Lanjut Effendi, dari pertengahan tahun 2015 jalan raya poros Desa Kapur ( batas kota ) – Kumpai dengan panjang sekitar 14.750 meter sudah mengalami kerusakan, namun sampai sekarang tidak ada upaya dari Pemerintah Kabupaten maupun stokeholder pada bidangnya yang memperbaiki jalan tersebut.

Selain itu kelompok masyarakat juga menyampaikan pada tahun 2014 terdapat proyek perbaikan jalan raya poros Kapur – Kumpai, di tahun 2015 pelaksanaan pengerjaan proyek dimulai dari Mekar Baru – Sui Bunut dengan janji dari stokeholder yang terkait perbaikan jalan nanti akan dilaksanakan mundur agar jalan dapat bertahan lebih lama. Namun pada tahun 2016 proyek perbaikan jalan bukan dilanjutkan mundur dari Mekar Baru hingga Desa Kapur akan tetapi perbaikan jalan dilanjutkan dari Sui Bunut – Kumpai, beber Effendi.

Makanya ucap Ketua Pemuda Kapur, Senin (17 Oktober 2016) dilakukan kegiatan pencegatan terhadap kendaraan akan tetap dilanjutkan dan direncanakan masyarakat setempat, bahkan  akan membuat portal dan spanduk terkait tuntutan perbaikan jalan.

Dan aksi tersebut akan dihentikan jika pemerintah kabupaten ataupun stokeholder yang terkait mau menemui mereka untuk membicarakan permasalahan yang terjadi,jelasnya.

“ Kelompok masyarakat yang melakukan aksi mengatakan tidak menuntut untuk dilakukan perbaikan jalan secara menyeluruh. Namun mereka hanya meminta setidaknya dilakukan upaya perbaikan jalan ringan dengan menutup kondisi jalan yang rusak parah, mengingat saat ini memasuki musim hujan sehingga akan sangat rawan terjadi kecelakaan. Selama ini sudah sangat sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak,” tegasnya./rea PKP

Selain pohon pisang terdapat tulisan yang menuntut janji./ Foto :rean/Postkotapontianak.com
Selain pohon pisang terdapat tulisan yang menuntut janji./ Foto :rean/Postkotapontianak.com

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *