Ingin Menguasi Hartanya Dukun Palsu Membunuh

Polisi Bekuk Pemimpin Padepokan Sebagai Tersangka

Kapolresta Depok Harry Kurniawan, Tsk Dukun Pembunuh (Ist)
Kapolresta Depok Harry Kurniawan, Tsk Dukun Pembunuh (Ist)

 

DEPOK ! PKP – Polisi akhirnya menetapkan Anton Hardiyanto alias Aji, pemimpin Padepokan Satrio Aji sebagai tersangka utama atas kasus tewasnya dua pemuda yang jasadnya di temukan di kawasan Limo, Depok, Jawa Barat, Sabtu 1 Oktober 2016. Sebelum melancarkan aksinya, pelaku mengiming-imingi kedua korbannya dengan emas batangan gaib yang bisa ditukar dengan sejumlah mahar, salah satunya adalah mobil korban.
Kapolresta Depok Komisaris Brsar Polisi Harry Kurniawan membenarkan, bahwa penemuan dua mayat di Kecamatan Limo Sabtu (01/10) lalu,  merupakan pengikut Padepokan Satria Aji tewas karena korban diracun oleh pelaku hingga tewas. Pelakunya adalah Anton Heriyadi alias Aji yang merupakan pimpinan padepokan tersebut.
 
“Usai meracuni korban hingga tewas, kedua mayat dibuang pelaku di daerah Limo. Kemudian Anton membawa lari mobil korban ke Lampung,” terangnya kepada wartawan, Selasa (4/10/2016), di Mapolres Depok.
 
Harry menjelaskan, bahwa dari pengakuan tersangka, pada Jumat malam, Anton mengajak Shendy bertemu di sebuah tempat di Kampung Serab, Sukmajaya. Disana, Anton sudah meracik kopi yang dicampur dengan cairan kimia.
 
“Jadi dari hasil otopsi yang menyatakan ada kerusakan pada lambung korban. Setelah menenggak kopi, Shendy dan Sanusi terkapar dan tidak sadarkan diri hingga tewas di tempat. Artinya, racun yang digunakan jenis potasium sianida,” jelasnya.
 
Harry menegaskan, bahwa Anton berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam oleh PJR Polda Lampung. Selain mengamankan Anton, polisi juga mengamankan satu rekannya yaitu R yang hingga kini masih didalami peranannya.
 
“Jadi saat ini Anton dan R diamankan di Polresta Depok. Anton dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancamannya seumur hidup,” tandasnya.
 
Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Polisi Teguh Nugroho membenarkan, bahwa Anton alias Aji diringkus dalam pelariannya bersama Riyadi, yang merupakan salah satu pengikutnya di kawasan Lampung.
“Jadi tersangka ini menghabisi nyawa kedua korbannya di sebuah lahan kosong yang disebutnya padepokan di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya Depok. Caranya dengan menawarkan korban kopi yang ternyata telah dicampurkan racun ikan atau potassium sianida,” ujarnya.
Teguh menjelaskan, dalam aksinya pelaku mengiming-imingi korban dengan harta gaib berupa batangan emas yang bisa didapat jika korban mau menyerahkan mahar berupa mobil dan sejumlah uang. Ternyata emas itu palsu, seperti yang kami temukan di dalam rumah tersangka kemarin, di kawasan Sukmajaya ini.
 “Selain itu, kami menemukan belasan emas batangan palsu dan sejumlah benda yang disebutnya jimat. Benda-benda inilah yang dipakai untuk memperdaya korbannya. Jadi atas perbuatannya, tersangka bakal dijeerat dengan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 tentang perampasan barang berharga milik orang lain,” jelasnya.
Sementara itu  tersangka, Anton Hardiyanto alias Aji mengakui, telah membuka padepokannya itu sejak enam bulan terakhir. Aji biasa mengajak para pengikutnya untuk berkumpul di lahan kosong di kawasan Kampung Serab, Kalimulya, Sukmajaya Depok.
 “Saya enggak punya ilmu-ilmu begituan, itu kaya asap tiba-tiba nongol dan lainnya saya belajar di trik sulap. Ada yang saya pelajari di jalan ada juga yang saya tiru dari youtube,” ucapnya.
 Aji juga mengaku, dirinya biasa menjual barang-barang yang dianggap bertuah atau memiliki kemapuan gaib. Itu semua saya beli di Jatinegara, terus saya jual ke yang mau.
“Jadi alsan melakukan pembunuhan,  Anton alias Aji  menginnginkan menguasai harta benda korban. ‘Saya ingin mobilnya,” ucapnya.(Faldi/Sudrajat).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *