Infokom Punya Peranan Strategis di Dunia Politik

Bogor – Media massa infokom sebuah, saluran, sarana, wadah atau alat yang dipergunakan untuk komunikasi massa yang memiliki pengaruh kepada masyarakat maupun kepada pemerintah.

Sehingga terjadi komunikasi politik dari pemerintah kepada masyarakat dan sebaliknya, dimana pemerintah membutuhkan informasi tentang kegiatan rakyatnya dan rakyat juga harus mengetahui apa saja yang dikerjakan pemerintahnya. Demikian dikatakan H Pardi SH Mantan Angota DPD tahun 2009 – 2014, Minggu (9/9) di Bogor. “Media sesecara umum dikelompokkan menjadi tiga yaitu media tradisional, media semi dan media modern. Media tradisional adalah media tatap muka, baik secara individual maupun kelompok dan organisasi. Media semi lazim disebut old media adalah media cetak seperti surat kabar, majalah, koran, brosur dan media penyiaran seperti radio. Sedangkan media modern atau new media merupakan sarana yang baru marak di era globalisasi ini, seperti televisi digital, internet, media on line, media social, face book dan sebagainya,”ujarnya.

Dijelaskannya, fungsi Infokom atau pers sebagai media informasi adalah sarana menyampaikan informasi secepatnya kepada masyarakat luas dengan ketentuan bahwa informasi yang disampaikan harus memenuhi kriteria dasar yaitu aktual, akurat, faktual, menarik, penting benar, lengkap, jelas, jujur, adil, berimbang, relevan, bermanfaat dan etis yang punya fungsi pendidikan antara lain membedakan pers sebagai lembaga kemasyarakatan dengan lembaga kemasyarakatan yang lain.

Menurut Jay, media massa atau Infokom juga punya peranan alat kontrol sosial politik sebagai penyampai (memberitakan) isu-isu atau keadaan yang dibuat oleh pemerintah sesuai atau bertentangan dengan kehendak rakyat.

Besar dan kuatnya peran media massa terhadap kehidupan masyarakat, dapat mempengaruhi dan merubah persepsi atau cara berpikir individu, kelompok atau masyarakat terhadap isu-isu atau fenomena politik yang terjadi di Indonesia.

Kekuatan media infokom, kata Jay, juga digunakan oleh pemerintah maupun kelompok masyarakat tertentu mempengaruhi opini publik, peran media ini dapat dijadikan alat komunikasi politik oleh orang-orang yang mempunyai kekuatan dan kepentingan politik.

Karena kepentingan politik inilah menjadikan media sebagai dari kegiatan politik, untuk dapat mencapai tujuan kepentingan itu sendiri.

Kegiatan politik banyak dilakukan Pemerintah dan partai-partai politik karena fungsi mereka dalam bidang politik cukup luas, punya peranan dan kegiatan politik inilah yang akan mempengaruhi terhadap partisipasi politik.

Dijelaskannya, maka dari itu sebagian politisi cenderung kegiatan politiknya di ekspos menggunakan cara media semi (old media) seperti pencitraan melalui reklame, pamflet, media massa seperti koran, majalah, dan radio. Melalui media seperti ini akan menambah keefektifan dalam kegiatan politik itu sendiri ketika mencari simpati atau suara pemilih dari rakyat. “Apalagi di zaman modern era globalisasi ini, muncul media massa baru (new media) atau media elektronik seperti televise, internet, media on line, media sosial, face book dan yang lainnya. Media yang seperti inilah yang kerap digunakan partai-partai politik dalam kegiatan politik yang mereka lakukan. (****)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *