Indonesia Menang di Kompetisi MEA

Seminar bertajuk How ASEAN Economic Community Will Affect The Indonesian Economic./foto : doc. ist
Seminar bertajuk How ASEAN Economic Community Will Affect The Indonesian Economic./foto : doc. ist

JAKARTA ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Kompetisi di pasar bebas ASEAN atau dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan penghujung tahun ini akan dimenangkan Indonesia. “Indonesia berpeluang besar bisa memenangkan kompetisi di pasar bebas ASEAN.

Peluang itu sangat terbuka lebar,” ujar Hariqo Wibawa Satria pendiri Komunitas Pedulu ASEAN saat didaulat menjadi pemateri pada seminar bertajuk How ASEAN Economic Community Will Affect The Indonesian Economic? yang dilaksanakan Pancasila English Meeting (PEM), Universitas Pancasila Lenteng Agung Jakarta, pada Senin sore (14/9).

Dihadapan 162 mahasiswa yang hadir Hariqo menjelaskan empat syarat utama yang mesti dilakukan Indonesia agar bisa tampil sebagai pemenang di tingkat ekonomi ASEAN. “Empat syarat itu adalah pertama pemerataan informasi soal peluang dan ancaman, memaksimalkan peluang, perlindungan dan keberpihakan pada UMKM dari pemerintah baik pusat dan daerah serta yang keempat kontrol dan partisipasi dari masyarakat. Prinsip partisipasinya bahwa setiap orang adalah diplomat,” jelasnya

Saat presentasi Hariqo juga melontarkan pertanyaan kepada peserta seminar apa ada yang tahu hasil pertemuan 200-an walikota se ASEAN di Makasar Minggu lalu. Dari pertanyaan itu ternyata tak ada satupun yang menjawab. “Ini bukti kalau kita malas mencari tahu tentang ASEAN, atau bisa juga sosialisasi hasil pertemuan itu lemah, bolehlah kita menduga”, katanya.

Hariqo Wibawa mengatakan informasi tentang peluang di Indonesia sudah ada di negara-negara ASEAN, sedangkan kita di Indonesia tidak tahu informasi peluang di negara mereka. “Mereka paham kita, kita tidak paham mereka, bahkan siapa Dubes-Dubes kita di ASEAN pun banyak yang tidak tahu, bagaimana bertarung dengan lawan bersenjata lengkap sedangkan mata kita tertutup”, jelasnya Hariqo yang alumus Pascasarjana Jurusan Diplomasi Unv Paramadina ini.

Menurut Hariqo, mahasiswa harus didorong untuk terus meneliti tentang negara-negara ASEAN, kalau perlu lebih disempitkan lagi pada kota-kota di negara-negara ASEAN. Thailand paham kita negara kita mayoritas muslim, makanya dia produksi busana muslim dengan disain dan warna yang pas. “Vietnam paham orang Indonesia suka ngopi dan teh, makanya produksi kopi dan teh di Vietnam tinggi sekali. Sekarang banyak warung kopi jual kopi Vietnam. Sepanjang 2014, Teh dan kopi di Indonesia  paling besar dipasok dari Vietnam, silahkan cek data BPS”  jelas Hariqo mencontohkan.

Sementara itu, Karisa, Presiden Pancasila English Meeting menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan agar mahasiswa tidak sekedar paham tentang pasar bebas ASEAN, tetapi juga tahu apa yang bisa dilakukan untuk membantu Indonesia bisa menang di Pasar Bebas ASEAN. Seminar ini berlangsung hingga 16 September dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Tenaga Kerja, Yayasan Diaspora dan narasumber lainnya dari perwakilan dunia kreatif Indonesia./PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *