Indonesia Kini Bisa Usut Aset Tersembunyi di Swiss

Menteri Luar Negeri Swiss, Didier Burkhaiter (kiri) dan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (kanan) sedang memberikan keterangan pers. (16/03/2015) (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Menteri Luar Negeri Swiss, Didier Burkhaiter (kiri) dan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (kanan) sedang memberikan keterangan pers. (16/03/2015) (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

JAKARTA  – Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi pada Senin, 16 Maret 2015 menerima kunjungan Menlu Swiss, Didier Burkhaiter di kawasan Pejambon, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam, kedua menlu menyepakati untuk bekerja sama di bidang hukum yang lazim disebut Mutual Legal Assistance (MLA).

Demikian ungkap Retno ketika berbicara di hadapan media pada hari ini. Mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda itu mengatakan, sebelum MLA diteken, akan digelar negosiasi awal pada April mendatang.

“Kami sangat senang, pada April ini, akan digelar putaran pertama negosiasi perjanjian MLA,” ujar Retno.

Dengan adanya perjanjian ini, akan memberikan dasar untuk kedua negara agar bisa mengembalikan aset dalam konteks penyelidikan tindak kejahatan, penuntutan, dan eksekusi. Selain itu, kesimpulan dari perjanjian MLA antara Indonesia dan Swiss akan memberikan pesan kepada masyarakat internasional kedua negara berkomitmen untuk melawan kejahatan lintas batas.

Sementara itu, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir, dengan adanya MLA tidak hanya berfungsi untuk menarik aset-aset yang disembunyikan di Swiss, melainkan juga untuk pemulangan pelaku tindak kejahatan penyelundupan narkoba.

“Jadi, tidak hanya untuk isu pengembalian aset. Untuk proses negosiasi pertama, direncanakan akan dilakukan di Jakarta,” ujar diplomat yang akrab disapa Tata itu.

Kesepakatan itu, ujar Tata, disambut baik oleh Menlu Burkhaiter. “Kan sudah disepakati untuk mempercepat proses tersebut,” imbuh dia.

Usai menemui Retno, Burkhaiter melakukan kunjungan resmi ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Kunjungan itu hanya berlangsung selama satu hari. (art)/(vv)/radar-indo

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *