Ibas Gelar Sosialisasi Empat Pilar

Sosialisasi 4 Pilar./dok:SJP-SN
Sosialisasi 4 Pilar./dok:SJP-SN

PONOROGO – Eksistensi Negara Republik Indonesia (NKRI) akan semakin kokoh seiring dengan terjadinya penguatan karakter bangsa. Karakter bangsa itu bersumber dari dari empat pilar kebangsaan yang telah menajadi landasan pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, 01/04/2015.

Empat pilar kebangsaan itu antara lain Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Keempat pilar ini telah menjadi kunci dalam mengelola keutuhan bangsa Indonesia. Pilar-pilar negara ini juga yang membuat bangsa kita disegani oleh bangsa-bangsa lain.

Sekjen DPP Partai Demokrat yang juga Anggota DPR dari Dapil VII Jatim, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) melalui EBY Team melakukan melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Indonesia di Hotel La Tiban Ponorogo, beberapa hari lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program reses (kegiatan Anggota DPR di luar masa sidang, terutama mengunjungi masyarakat) di Dapil VII Jatim meliputi Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Ponorogo) dibuka oleh Candra Adi selaku Koordinator EBY Team Dapil VII Jatim.

Menurut Candra Adi, kegiatan sosialisasi tentang Empat Pilar Kebangsaan Indonesia diikuti oleh masyarakat Kabupaten Ponorogo dari berbagai elemen, seperti karangtaruna, santri, Kelompok Tani, Gapoktan, pelajar/mahasiswa, tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman dan elemen lainnya.

Dia juga menyampaikan permintaan maaf karena Edhie Baskoro Yudhoyono tidak bisa hadir langsung dalam sosialisasi tersebut. “Sosialisasi empat pilar kebangsaan merupakan sebuah kewajiban bagi para anggota DPR/MPR RI yang sudah diatur dalam UUD 1945 dan UU MD3,” tutur Candra Adi.

Pada kesempatan itu EBY Team juga menampung aspirasi dan masukan yang disampaikan peserta. Dia berjanji hal itu akan disampaikan kepada Edhie Baskoro Yudhoyono untuk diteruskan dalam pembahasan di DPR RI. Dia juga mengajak peserta yang hadir untuk berdiskusi mengenai penerapan empat pilar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Masukan dan aspirasi warga ini akan kami teruskan kepada pihak terkait. Selain itu juga dibahas di DPR RI sebagai masukan dalam menyempurnakan aturan yang ada,” katanya.

Dia menekankan pentingnya empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama generasi muda yang harus memahami dan didorong menerapkan empat pilar kebangsaan itu sehingga muncul kesadaran akan cinta tanah air.
Kegiatan yang dilaksanakan itu menghadirkan pembicara RM Arya Rangga Kusuma, staf ahli Edhie Baskoro Yudhoyono. Pada kesempatan itu, RM Arya Rangga Kusuma mengatakan, sosialisasi itu dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang falsafah utama kehidupan kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dia menjelaskan, generasi muda merupakan ujung tombak dalam menyosialisasikan empat pilar kebangsaan di tengah-tengah masyarakat. “Ada hal-hal yang harus dikaji dan dipahami masyarakat dari empat pilar kebangsaan. Terutama karena perkembangan zaman,” ujar RM Arya Rangga Kusuma.

Dia berharap, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan melalui dari berbagai elemen di Kabupaten Ponorogo itu akan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat. “Kami yakin jika masyarakat sudah memahami empat pilar kebangsaan ini, secara perlahan juga akan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Sementara dalam diskusi tersebut muncul berbagai tanggapan, masukan dan pertanyaan dari peserta yang terlihat antusias mengikuti kegiatan itu. Di antaranya dari Agus Nurlaili seorang tokoh pemuda yang berasal dari Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo yang meminta kepada DPR RI dan MPR RI supaya memperjuangkan Pedoman Penghayatan dang Pengamalan Pancasila kembali dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

“Karena saat ini rasa cinta terhadap tanah air itu mulai menipis dikalangan remaja dan pemuda. Makanya Pancasila harus kembali menjadi mata pelajaran wajib di sekolah,” pinta Agus Nurlaili.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan materi inspirasi oleh tokoh muda Ponorogo yaitu Eko Mulyadi yang menjabat sebagai Kepala Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong. “Generasi muda harus bangkit dalam membangun bangsa,” ajak Eko Mulyadi. (MUH NURCHOLIS)/SJP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *