Hotel Transera Pontianak, Halangi Tugas Wartawan

Transera Hotel Pontianak. / foto : Devi
Transera Hotel Pontianak. / foto : Devi

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Berdalih menegakan aturan yang dikeluarkan oleh manajemen,  Andi dan Anggit yang merupakan pihak keamanan dan supervisor Hotel Transera Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa siang (24/5/16) dengan sengaja menghalang-halangi dan melarang wartawan untuk melakukan tugas peliputan.

Sejatinya dalam melakukan peliputan di Hotel Transera Pontianak, beberapa wartawan telah melakukan koordinasi kepada pihak hotel dan telah meminta ijin untuk melakukan peliputan berkaitan dengan korban yang mengalami munta -muntah akibat mengkonsumsi makanan dari pihak panitia MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

“Sebelum liputan, kami sudah meminta ijin dengan pihak hotel. Tapi ketika kami melakukan liputan di kamar korban, ke dua orang tersebut datang ke kamar dan meminta kami untuk keluar agar tidak melakukan liputan, padahal salah satu dari teman korban telah mengizinkan kami untuk wawancara di kamar. Apakah ini cara manajemen Hotel Transera Pontianak melayani tamu yang datang. Walaupun kami wartawan melakukan liputan, tapi kami ini juga tamu di hotel itu, dan kami sudah melalui prosedur yang ada, ” ucap Hendri, wartawan wartajurnalis.com, dengan nada kesal.

Dari informasi yang kami dapatkan, lanjut Hendri mengatakan, peserta MTQ dari Kota Singkawang yang mengalami muntah-muntah, menginap di Hotel Transera Pontianak, dan dari informasi tersebut beberapa wartawan melakukan pengecekan langsung, namun justru perilaku tidak menyenangkan  yang diberikan oleh pihak Hotel Transera Pontianak.

“Jelas ini perbuatan yang tidak menyenangkan dan bisa dikategorikan perbuatan pelecehan terhadap wartawan. Kami meminta kepada pihak manajemen Hotel Transera Pontianak untuk dapat memberikan pendidikan sopan santun serta pendidikan moral yang baik, ” tegas Hendri.

Ditempat yang sama, Candy, HRD Hotel Transera Pontianak, membantah jika manajemen hotel mengeluarkan aturan melarang wartawan untuk melakukan liputan di hotel.

“Kita tidak ada mengeluarkan aturan melarang wartawan untuk wawancara narasumber di kamar. Sekali lagi saya katakan tidak ada larangan itu. Dan dalam hal ini saya minta maaf kepada rekan-rekan wartawan, ” jelas Candy dihadapkan wartawan.

Tak ayal, jika ditela’ah lebih jauh ketimpangan antara pernyataan Anggit yang mengatakan larangan bagi wartawan untuk melakukan liputan di hotel tersebut, sangat jauh berbeda dengan pernyataan Candy yang membantah jika pihak manajemen hotel mengeluarkan larangan bagi wartawan untuk melakukan liputan di Hotel Transera Pontianak./* Devi L

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *