Humbar Terkesan Arogan Tantang Wartawan, Terkait Proyek Pengadaan Bahan Bangunan Rumah Untuk Warga Kurang Mampu

Pihak Pelaksana Megapon Sihumbar alias Humbar yang setiap tahun kuasai Proyek Pengadaan Bahan Bangunan Rumah./doc.PKK
Pihak Pelaksana Megapon Sihumbar alias Humbar yang setiap tahun kuasai Proyek Pengadaan Bahan Bangunan Rumah./doc.PKK

MEMPAWAH ! POSTKOTAPONTIANAK.COM-Proyek Pengadaan Bahan Bangunan Rumah tahun 2015, sumber APBD Kabupaten Mempawah dengan pagu dana Rp. 984.400.000 yang dilaksanakan oleh CV. HIDAYAH ANUGRAH, pada Dinsosnakertrans Mempawah.

Bahan kayu yang disalurkan pada warga, papan tipis alias simpiran./doc.PKP
Bahan kayu yang disalurkan pada warga, papan tipis alias simpiran./doc.PKP

Terindikasi proyek tersebut setiap tahun dikuasai atau dimonopoli oleh satu orang selaku pelaksana, sementara pemilik perusahaan hanya pinjam  pakai.

Perlu diketahui bahwa Program pemerintah untuk bantuan perbaikan rumah masyarakat yang kurang mampu adalah untuk meningkatkan derajat warganya, jadi rumah layak huni sesuai dengan bantuan yang disalurkan, seperti ukuran kayu, jenis kayu sehingga lebih bermanfaat yang menerima bantuan tersebut.

Tapi kenyataannya kontrol dan pengawasan tidak berfungsi dalam pelaksaan pengadaan bahan tersebut sehingga terjadi  dilapangan dugaan penyimpangan.

Tandan terima./ PKP
Tandan terima./ PKP

Menurut salah satu warga setempat yang minta namanya jangan ditulis mengatakan, bantuan bahan bangunan rumah untuk warga terkesan asal-asalan. Buktinya, seperti pengadaan papan lantai, papan dinding, kayu ukuran 4×6, 5×7 dan 7×7 tidak layak.

Salah satu contoh, papan lantai dan dinding tidak sesuai ukuran, dimana kondisi papan sangat tipis bahkan terbelah, bahkan bisa dibilang papan mal atau simpiran. Kualitas bahan tersebut tidak layak pakai alias afkir, ujarnya.

“ Kita minta pada instansi terkait seperti Dinsosnakertrans Mempawah untuk melakukan pengawasan agar bantuan yang disalurkan ke warga dapat digunakan dan tepat sasaran, selain itu jangan ada tudingan terkesan pihak Dinas tersebut tutup mata,” ucapnya.

Ini baru satu temuan dan tidak menutup kemungkinan di tempat lain, duganya.

Sementara itu Supiadi warga Dusun Bugis desa Sengkubang Kecamatan Mempawah Hilir yang mendapat bantuan bahan bangunan rumah, sangat kesal.

Pasalnya, papan yang diatar itu, simpiran. Kalau seperti ini bukannya membantu warga, imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak Pelaksana via handphone seluler Magapon Sihumbar alias HUMBAR, mengakui selaku pelaksana proyek pengadaan bantuan rumah untuk warga kurang mampu.

Nanti saya cek dulu ya, kata Hombar singkat pada “Postkotapontianak.com” Kamis (17/12/2015) pukul 15.20 wib

Tidak begitu lama setalah konfirmasi, Humbar melalui orang suruhannya tiba-tiba datang menghapiri “Postkotapontianak.com” mengatakan bang, Pak Humbar ngajak jalan-jalan ternyata Humbar menunggu didalam mobilnya. Setelah ditanya mau jalan dimana, ya ayo lah pakai mobil saja, ajaknya.

Rupanya, informasi yang disampaikan postkotapontianak.com, terkait bahan bangunan papan tipis alias simpiran, Humbar sempat membantah. Mana ada papan simpiran, ayo kita ke lokasi tantangnya.

Ketika di cek, ternyata memang benar banyak papan yang tipis dan kayu tidak layak pakai dan disaksikan beberapa warga setempat.

Oke sudah sip tinggal diganti saja, ucap HUMBAR singkat./ vi/ dn/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *