Hiswana Migas Ultimatum Pangkalan Penjual gas

Disperindag Lakukan Monitoring

POSTKOTAPONTIANAK.COM – DEPOK ! Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok Agus Suherman mengungkapkan, bahwa sesuai SK Walikota Depok No 903/442/Kpts/Disperindag/Huk/2014, tentang pepasaran gas elpiji 3 kg. Maka dari itu seluruh pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kg yang berada di wilayah Depok,  agar menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi.
“Artinya pihak Disperindag Kota Depok pun, segera melakukan monitoring terhadap perkembangan subsidi dari elpiji tiga kilogram,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (10/5/2016), dikantornya.
Agus menambahkan, bahwa penggunaan gas elpiji tiga kilogram merupakan kewenangan Pertamina dalam memberikan subsidi kepada masyarakat menengah ke bawah.
“Untuk itu, pihak Disperindag mendukung langkah Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok yang memperingatkan pangkalan gas elpiji tiga kilogram agar menjual sesuai harga eceran tertinggi,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok Athar Susanto mengklaim bahwa  pangkalan yang menjual gas elpiji 3 kg agar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab sesuai dengan SK Walikota Depok No 903/442/Kpts/Disperindag/Huk/2014.
“Di mana pangkalan harus menjual sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah daerah khususnya di Depok Rp16 ribu. Jika melebihi harga tersebut maka pasokan akan kami stop dan pangkalan akan kami tutup,” imbuhnya.
Athar menjelaskan, bahwa saat ini ada ketetapan baru dari BPK bahwa penyaluran elpiji setiap harinya bila mendapatkan alokasi 50% dari setiap pengiriman, harus dialokasikan untuk pengguna usaha mikro dan pengguna rumah tangga. Sehingga, pangkalan harus menyisakan kuota.
“Berati ini tidak dibenarkan untuk menyalurkan secara keseluruhan baik itu ke warung maupun outlet, jadi ada alokasi khusus,” jelasnya.(Faldi/Novli/Gilang)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *