Hindari Kebocoran Pelaksanaan Ujian Nasional

Sayuti,ST anggota DPRD Kabupaten Mempawah./us
Sayuti,ST anggota DPRD Kabupaten Mempawah./us

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MEMPAWAH-Walau pun hasil Ujian Nasional SMU, SMK dan MA bukan menjadi salah satu penentu kelulusan siswa. Maka diharapkan pihak Sekolah, Dinas pendidikan maupun Pemerintah daerah hendaknya tidak bersifat subjektip. “Artinya kita juga mengedepankan nilai-nilai kejujuran agar  bisa mendapatkan kelulusan yang baik serta kompetitip,” demikian dikatakan Anggota DPRD Kabupaten Mempawah Sayuti,ST kepada “postkotapontianak.com” , Rabu (15/4/2015).

Menurut Sayuti, jangan hanya mengedepan sekedar lulus saja. Agar dinilai berhasil serta bisa meluluskan dengan target 100%, tapi tidak secara objektip.

Selain itu jangan sampai terjadi suatu kebocoran, dan jangan naskah soal ujiannya saja yang diperhatikan tetapi dari kebocoran lain mesti di jaga, ujarnya.

Secara Kelembagaan, kami melakukan pemantau guna memperoleh informasi agar proses UN dapat terlaksana dengan baik. Jika tidak mendapat laporan adanya kebocoran soal Ujian Nasioanal di Kabupaten Mempawah maka tidak ada persoalan atau kendala yang berarti selama proses UN berlangsung, jelas Sayuti, ST yang terpilih dari Dapil Siantan-Segedong.

Sektretaris Komisi 1 membidangi Pendidikan, juga memberikan apresiasi kepada panita UN di kabupaten Mempawah yang dengan sepenuh hati bekerja hingga proses UN dapat terlaksana dengan baik dan lancar, walaupun masih ada sedikit kekurangan tapi secara umum terlihat baik dan sucses.

Walau diketahui secara umum di Kalbar baru ada 3 sekolsh yang melakukan ujian dengan system elektronik, bahkan untuk kabupaten Mempawah belum sama sekali, Sayuti meminta agar Dinas terkait sedang menyiapkan  serta soft ware dan memikirkan ke depannya di kabupaten sudah ada sekolah yang melakukan Ujian secara elektronik, agar kita bisa mendapatkan kelulusan dengan nilai yang baik, harapnya./us-PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *