Hefni “Cuci Tangan” Hatta Jadi Tumbal Fitnah

“Korupsi Tamang – Locek, Bina Marga Kubu Raya Raup Untung Berjama’ah”

Reporter : Devi Lahendra

Jln.Poros Gunung Tamang-LoncekKUBU RAYA  ! POSTKOTAPONTIANAK.COM  –  Tidak terima atas fitnah yang dilontarkan oleh M Hefni, S.St, selaku pengawas dalam pengerjaan proyek Tamang – Locek, JD Hatta. ST selaku pengaman proyek tersebut akan menempuh jalur hukum.

Pasalnya, Hatta tidak merasa menerima uang atas apa yang telah disampaikan oleh Hefni terkait uang pengamanan dalam proyek tersebut.

Seakan cuci tangan dengan bersih atas korupsi proyek Tamang – Locek, Hefni menjadikan Hatta sebagai tumbal fitnah dari pekerjaan yang menelan anggaran APBD Kubu Raya tahun 2014 dengan nilai kontrak 489 juta.

“ Hefni fitnah saya, dia mengatakan telah menyerahkan uang dari proyek tersebut sebesar Rp 275juta. Jelas ini fitnah dan kemungkinan saya akan dijadikan tumbal dari tindak korupsi proyek Tamang – Locek, “ tutur Hatta saat dihubungi via telpon, Rabu (23/9/2015).

Peningktan jalan poros Gunung Tamang-Gunung Locek, yang dikerjakan tidak sesuai dengan kucuran dana, sangat jelas telah terjadi indikasi korupsi berjama’ah antara pihak kontraktor bersama pemangku kebijakan di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kubu Raya yang digawangi oleh Ir. Chairil Rahmi selaku Kepala Dinas.

“ Jelas proyek tersebut terindikasi korupsi antara mereka di Dinas Bina Marga Kubu Raya, tapi atas fitnah yang lontarkan Hefni kepada saya, saya tidak akan tinggal diam, persoalan fitnah ini akan saya laporkan ke polisi, karena ini fitnah dan sudah mencemarkan nama baik saya dan keluarga, “ tegas Hatta.

Hatta juga mengatakan selain akan melaporkan Hefni ke polisi, dirinya juga siap untuk pasang badan untuk membongkar semua kongkalingkong dalam pengerjaan proyek Tamang – Locek yang telah merugikan keuangan negara.

“ Saya siap pasang badan untuk kasus proyek Tamang – Locek, saya sudah terlanjur di fitnah dan semua akan saya bongkar. Dan biar mereka yang terlibat, merasakan kursi pesakitan di pengadilan atas tindakan korupsi yang mereka lakukan dari proyek Tamang – Locek, “ tukas Hatta mengakhiri.

Terkait persoalan tersebut guna konfirmasi saat dihubungi melalui hand phone seluler milik M. Hefni, S.st, hand phonenya aktif tetapi tidak mau diangkat. /*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *