Hadapi MEA Dokter Harus Siap Berkompetisi

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA) perlu mepersiapkani lmu dan keterampilan termasuk kecerdasan serta professional.“Perlu kitap ahami, bahwa saat ini kita sudah masuk era “MEA” (Masyarakat EkonomiA sean).

Ini artinya kita harus siap untuk berkompetisi, baik ditingkatl lokal, nasional maupun regional bahkan global. Semangat kompetitif harust ertanam pada semua jajaran tenaga kesehatan, baik yang bekerjad ipemerintah, swasta, maupun praktek-prakter mandiri” Demikian dikatakan Wakil Gubernur Kalbar Drs.Christiandy Sanjaya,SE.MM saat membuka acaraSimposium Nasional di Golden Tulip (12/02/2017).

Perkembangan ilmu dan teknologi dalam dunia kedokteran sangatlah pesat, dan tentunya ini juga akan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan
kesehatan khususnya kalbar. Oleh sebab itu peningkatan keilmuan bagi para
tenaga medis sangatlah penting, seperti kegiatan Simnas ini.

“Anak-anak itu adalah masa depan bangsa kita. Maka dari itu kesehatan
mereka dari awal kita tata dengan baik itulah harapan nanti bangsa kita
yang sehat dan ini semua masuk dalam “Nawa_Cita” untuk pembentukan sdm yang baik dimulai dari anak-anak yang sehat,” Ujarnya.

Dalam kaitan dengan siklus kehidupan, maka perbaikan kualitas manusia
seyogyanya dimulai sejak usia dini. Artinya, kesehatan ibu hamil dan
kesehatan bayi/anak akan berpengaruh terhadap kualitas generasi mendatang.
Oleh sebab itu penanganan masalah kesehatan anak menjadi sangat penting
untuk kita perhatikan. Dan strategi kunci untuk meningkatkan kesehatan anak
adalah pendekatan secara terintegrasi/terpadu dalam tatalaksana anak balita sakit dengan focus pada kesehatan anak usia 0-59 bulan secara menyeluruh.

Christiandy mengharapkan, para dokter untuk bekerja lebih professional
sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya, selalu meningkatkan kepedulian dan cepat tanggap terhadap isu kesehatan terkini, baik daerah,nasional,
regional serta global, seperti vaksin / obat palsu, rabies, penyakit zika dan lainnya.

Kalbar dengan luas 1,5 kali pulau jawa dengan penduduk sekitar 5 juta dengan kepadatan 38jiwa /km2, Untuk pelayanan Puskesmas ada 237 didaerah terpencil dan jumlah rumah sakit pemerintah/swasta 44 Rumah Sakit, tersedia Dokterr umum 598 dan dokter anak 30.

Dikalbar terdapat angka kematian bayi mencapai 22,24 per_1,000 kelahiran
hidup (Nas : 22,23)Data SUPAS_2015, serta angka kematian balita mencapai
26,3 per_1.000 kelahiran hidup (Nas: 25,7) Data SUPAS_2015. Dapat disimpulkan bahwa derajat kesehatan bayi dan balita kalbar sejajar dengan angka rata-rata nasional.(Tr) // foto : tri PKP //

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *