Guru Swasta : Haruskah Ada Perhatian yang Berbeda

Sebilan Bulan Dana BOS Guru Swasta Tak Cair
POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Derah (DPRD) Depok, Lahmudin Abdulah membenarkan, bahwa pihaknya mengultimatum
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk segera mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi guru Sebilan Bulan Dana BOS Guru Swasta Tak Cair   (Ilustrasi)swasta. Sebab selama sembilan bulan lamanya para guru swasta belum menerima haknya.”Benar pihak Komisi D DPRD, berharap Pemkot Depok melalui Disdik segera mencairkan dana BOS bagi guru swasta tersebut. Kami juga mempertanyakan kenapa dana BOS untuk guru swasta ditunda selama itu,” ujarnya kepada pewarta kemarin, dikantornya.

Lahmudin menjelaskan, bahwa dana BOS guru honorer swasta tersebut, harus dicairkan pada Januari 2015. Artinya sudah hampir 9 bulan dana BOS tersebut belum juga dicairkan. Karena bantuan BOS belum turun dari bulan Januari. Akhirnya pihak sekolah swasta selama ini banyak menggunakan dana BOS di antaranya untuk gaji guru-guru honor.

Dengan tidak turunnya selama sembilan bulan dana tersebut, maka mereka belum terima honor yang sudah menjadi haknya,” jelasnya.

Menurutnya, akibat keterlambatan cairnya dana BOS memaksa setiap sekolah akhirnya mencari pinjaman kesana kemari untuk membayar honor para guru honorer swasta.

 “Hampir seluruh sekolah madrasah yang ada melakukan itu. Namun, saya enggak tahu persis jumlahnya ada berapa,” tutur Lahmudin.

Lahmudin mengakui, bahwa faktanya memang masih ada kendala, makanya dilakukan validasi terhadap sekolah. Pihak Kementerian Agama Kota Depok, kata dia, masih menunggu turunnya dana dari pemerintah pusat dan provinsi Jawa Barat.

“ Terasa miris, karena mereka danai guru honor dengan pinjam sana sini, kenapa sih? Ini kan dari Kemenag. Tapi pemerintah kota harus sama pedulinya untuk mendesak. Karena sekolah swasta kan banyak menunjang pendidikan di Depok. Saya sudah tanya ke Kemenag katanya dari pusat belum turun provinsi juga belum turun alasan masih divalidasi,” imbuh Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sementara ditempat terpisah, salah seorang guru Madrasah Aliyah (MA) di Kota Depok, Yakub (27), mengeluhkan dengan keterlambatan pencairan dana BOS. Sebab, dana BOS dapat membantu para guru melakukan aktivitas mengajar.

 “Kalau kita hanya berharap dari gaji, tidak akan cukup. Kok sekarang dana itu belum juga turun. Tolong dana BOS jangan digunakan untuk kepentingan lain,” keluhnya.

Yakub berharap Disdik Kota Depok mau melakukan komunikasi aktif dengan pihak Kementerian Agama Depok agar mereka segera mencairkan dana itu.

 ” Kita inikan juga bekerja untuk mencerdaskan anak bangsa, kenapa harus ada perhatian yang berbeda,” ketusnya.(Faldi/Sudrajat)

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *