Guna Ciptakan Kondisi

Polresta Depok Terus Lakukan Razia

Polresta Depok Gelar Razia (Ist)
Polresta Depok Gelar Razia.(Ist)

DEPOK ! POST KOTA PONTIANAK – Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Depok, Komisaris Polisi Agus Widodo membenarkan, bahwa guna mencegah aksi kejahatan jalanan dan tawuran selama bulan puasa dan jelang lebaran, maka Polresta Depok menggelar patroli gabungan skala besar. Operasi gabungan tersebut diantaranya, para perwira perwakilan dari seluruh polsek, personil gabungan TNI, Dishub, dan Satpol PP.

“Benar operasi ini kita lakukan secara bertahap mulai dari patroli, stationer (mobile), maupun razia kendaraan di sejumlah titik rawan,”ujarnya kepada wartawan, kemarin, saat melakukan gelar pasukan di Mapolres Depok.

Agus menambahkan, bahwa anggota yang ada akan dilakukan ke seluruh wilayah yang mempunyai titik rawan. Jadi tujuan operasi ini sebagai bentuk aksi pencegahan antisipasi kejahatan jalanan seperti curanmor, curas, dan curat, serta tawuran, balap liar,minuman keras, dan tempat-tempat hiburan.

“Artinya, dari hasil patroli stationer (mobile) sekaligus razia, aparat menilang puluhan motor tidak memiliki surat-surat kendaraan, dan gadis di bawah umur (cabe-cabean), serta pelaku tawuran anta-kampung dengan barang bukti senjata tajam.,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Harry Kurniawan mengungkapkan, bahwa operasi besar-besaran yang dilakukan Polresta Depok ini, dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Depok Kompol Agus Widodo dengan menurunkan 230 personil gabungan TNI, Dinas Perhubungann dan Satpol PP.

“Dengan hasil razia tersebut, dalam waktu yang sama anggotanya mengamankan enam ABG cabe-cabean di Jalan Rawa Maya 2 Beji Timur, sedang nongkrong sambil merokok tengah malam. Keberadaan cabe-cabean di bulan puasa membuat warga sekitar kerap mengeluh. Keenam ABG (cabe-cabean) yaitu SK,15, S,15, ENS,17, S,15, CA,17, serta SN,18, kini masih dimintai keterangan sekaligus didata petugas reskrim Beji. Mereka didata lalu dibina sama anggota,” ungkapnya.

Harry mengingatkan, bahwa tujuan operasi cipta kondisi patroli dalam skala besar ini, yakni  untuk menjaga Kota Depok tetap aman dan kondusif dari gangguan kamtibmas selama bulan puasa dan lebaran.

 “Selain itu, bagi para pelaku tawuran yang kedapatan membawa sajam akan diproses hukum sesuai UU Darurat membawa sajam bukan peruntukannya di muka publik dengan ancaman lima tahun penjara. Sedangkan bagi yang tidak terbukti bersalah ketiga remaja akan dibina,” imbuhnya. ( Faldi/Novli )

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *