Gara Gara Batu Akik, Sugiarto Tenggelam di Sungai Sekayam

batu cincin-ilustrasi
batu cincin-ilustrasi

POSTKOTAPONTIANAK, SANGGAU-SELASA (10/03/2015), Sugiarto yang berasal dari Pulau Jawa yang bekerja sebagai pemanen sawit di PTPN IV dengan usia 37 tahun beralamat Dusun Damai pecahan dari Dusun Tanjung Maya Desa Tanap Kecamatan Kembayan Minggu, (8/03) mati tenggelam disungai Sekayam Tanjung Maya jam 1 siang tepatnya di sungai tersebut.

Hingga saat ini, warga Tanjung Maya dengan segala daya upaya beserta bantuan Polsek Koramil juga ikut serta mencari mayat Sugiarto Senin (9/03/2015) belum juga membuahkan hasil. Menurut keterangan dari keponakan si korban anak dari bapak Ngatemin yaitu Suratman yang tujuannya mau mandi disungai Sekayam Dusun Tanjung Maya ketika turun bersamaan sesampainya disungai tersebut Suratman langsung berenang menyebrangi sungai mencari batu akik yang berada di hamparan kerikil seberang sungai. Namun tidak lama kemudian selang beberapa menit Suratman mendengar seketika suara pamannya menjerit minta tolong, lalu Suratman berusaha menarik tangan pamannya ternyata usahanya tidak berhasil disebabkan tekanan arus terlalu tinggi sehingga untuk kedua kali Suratman terpaksa harus melepaskan tangan pamannya saking tidak kuat lagi menarik daripada ikut juga terbawa arus deras dan dalam.

Begitu merasa kehilngan paman tercintanya, Suratman dengan spontan langsung naik dari atas sungai dan mencari bantuan warga setempat. Setelah meminta bantuan warga Tanjung Maya Suratman di suruh pulang kedusunnya memberitahukan kepada orang tua kejadian yang barusan menimpa pamannya yang tenggelam dibawa arus sungai tersebut. Bukan hanya itu saja, Sugiarto yang memiliki 1 anak adalah adik ipar dari bapak Ngatemin. Saat ditanya oleh warta jurnalis tentang keberadaan istrinya ternyata masih berada dipulau Jawa bersama keluarganya. Namun berita ini sudah diberitahukan terlebih dahulu kepada pihak keluarga yang bersangkutan yang mati tenggelam disungai sekayam Dusun Tanjung Maya.

Pencarian yang dilakukan selama dua hari berturut-turut dengan bantuan orang pintar juga sampai sekarang mayat Sugiarto belum dapat ditemukan. Berbagai macam daya upaya dalam pencarian mayat si korban warga Tanjung Maya terpaksa harus angkat tangan, dan menyerahkan urusan ini kepada dusun lainnya yang berada di hilir sungai sekayam. Bapak Ngatemin pasrah dan berharap kepada warga setempat serta bertahan menunggu sampai mayat iparnya Sugiarto dapat ditemukan walaupun mayat tersebut timbul dari dasar sungai ujarnya.

(Wartajurnalis)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *