Gara-gara Ban Pecah, Pelaku Bawa Miras Ilegal di Tangkap Polisi

SEKADAU, POSTKOTA PONTIANAK.COM-Minuman keras, miras, apapun namamu…Tak akan ku minum lagi walaupun setetes…gara-gara kamu

Satu Mobil Xenia beserta miras ilegel yang diamankan Polisi.(foto:yahya-pkp)
Satu Mobil Xenia beserta miras ilegel yang diamankan Polisi.(foto:yahya-pkp)

orang bisa menjadi gila….” Kira-kira seperti itu penggalan sebuah tembang khas dari si raja dangdut Rhoma Irama yang berjudul Mirasantika.  Lagu itu dilantunkan untuk mengingatkan betapa minuman keras dan narkotika sangat berbahaya bagi kehidupan manusia.

Bayangkan saja, syair lagu Rhoma Irama saja menyebutkan miras bisa membuat orang menjadi gila. Mungkin bisa jadi, jika mengkonsumsi miras secara terus menerus bukan tak mungkin seseorang jadi rusak otaknya.

Banyak kasus orang mabuk alias dibawah pengaruh alkohol melakukan tindakan nekad yang diluar kebiasaan. Sudah bukan rahasia lagi kalau miras yang mengandung alkohol itu memang luar biasa efeknya. Yang pintar bisa jadi blo’on, yang blo’on bisa jadi pintar kalau sudah mabuk miras.

Tak heran kalau pemerintah melarang berbagai produk miras dijual secara terang-terangan. Tindakan penertiban miras pun sudah sering dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Namun sepertinya para pelaku usaha penjual miras tidak pernah kapok. Mungkin karena bisnis ini begitu menjanjikan sehingga sangat berat bagi mereka untuk keluar dari lingkaran jual beli minuman memabukkan ini.

Celakanya, bisnis ini tak hanya menggiurkan di lingkungan perkotaan saja. Belakangan, di daerah-daerah pun mulai jadi pangsa bisnis miras. Contohnya yang baru-baru ini terjadi di Sekadau.

Sabtu 28 Februari lalu, hari masih pagi sekali saat beberapa orang polisi dari satuan intel dan reserse Polres Sekadau melakukan patroli. Rombongan polisi ini dibuat curiga dengan gerak-gerik satu unit mobil minibus yang mengalami pecah ban di sekitaran KM 8 jalan Sekadau-Sintang. Polisi pun menghampiri mobil tersebut.

Sang sopir, Alexander Rasa terlihat salah tingkah begitu dihampiri polisi. Jika hanya pecah ban biasa, tentu reaksinya tak harus seperti ketemu hantu begitu. Polisi pun makin curiga dengan tingkah laku sang pembawa kendaraan tersebut.

Namanya aparat penegak hukum, instingnya memang tak diragukan lagi. Melihat gelagat mencurigakan dari sang sopir, polisi pun memeriksa apa isi kendaraannya. Setelah digeledah, ditemukan puluhan dus minuman keras impor berbagai jenis dan merk.

“ Total ada 40 dus miras. Masing-masing merk Tequila 5 dus, Benson 7 dus dan Lemon Gin 35 dus. Barang bukti langsung diamankan ke Mapolres,” ungkap pejabat sementara Kasat Res Narkoba Polres Sekadau, AKP Kadir Purba (5/3/2015).

Sebuah kendaraan toyota Xenia yang digunakan sebagai sarana mobilisasi miras turut diamankan. Sementara, sang sopir Alexander Rasa untuk saat ini ditetapkan sebagai tersangka tunggal.

“ Sopirnya tersangka, ini masih  pengembangan juga. Jadi masih ada banyak kemungkinan yang bisa terungkap,” terang Purba.  Dari hasil pemeriksaan, miras-miras tersebut rencananya akan di-drop ke salah satu toko kelontong sekaligus tempat hiburan di wilayah Sintang. Miras yang dibawa diketahui tak memiliki dokumen resmi alias ilegal.

Barang-barang tersebut didatangkan dari Malaysia dengan melewati jalur Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. “ Untuk pengembangan, kami sudah koordinasi dengan Polres Bengkayang. Kami sedang berupaya mengejar pelaku utama (pemasok),” tutur Purba.

Sang sopir yang kini statusnya tersangka, mengaku Ia hanya bertindak sebagai kurir yang bertugas mengantar barang yang dibawanya ke tempat tujuan. Meski begitu, tetap saja ia harus bertanggungjawab karena sudah terlibat dalam bisnis ilegal itu. “ Tersangka diancam UU perlindungan konsumen dengan ancaman 6 tahun penjara,” pungkas Purba.(Yahya PKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *