Ganjar : Alkes Pasien BPJS Tidak Dipungut Bayaran, Ternyata Pasien BPJS di Puskesmas Tebas Harus Bayar

“Ramidi Sesalkan Sikap dr Rini Terkesan Arogan Terhadap Pasien”

SAMBAS—POSTKOTAPONTIANAK.COM ! Derita pemegang kartu BPJS nampaknya belum berakhir, selain pelayanan tenaga medis yang antara mau dan tidak melayani pasien BPJS ternyata juga ada alat kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS.

Foto : Ilustrasi./ ist
Foto : Ilustrasi./ ist

Pasalnya, Rafa gadis balita usia 3,3 tahun warga Dusun Mawar Desa Mekar Sekuntum Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas, sering mengalami demam dengan panas yang tidak mau turun, maka ibu dan ayahnya membawa anak balitanya kepada dr Rini (dr BPJS). Setelah diperiksa oleh dr Rini disarankan kalau besok anaknya masih demam panasnya gak mau turun sebaiknya dibawa ke puskesmas untuk dilakukan cek darah.

Demam Rafa ternyata masih mengkhawatirkan,  sesuai saran dr Rini maka buah hatinya ini dibawa ke Puskesmas Tebas dan mendapatkan rawat inap. Dan Puskesmas Tebas melakukan cek darah dan hasil ada suspek Demam berdarah atau Typus, oleh pihak Puskesmas Tebas keluarga pasien diminta membayar Rp.110.000,- sebagai biaya cek darah, karena ingin anak sehat tentunya permintaan itu dibayar.

Pihak Puskesmas waktu itu berdalih bahwa alat cek kesehatan itu canggih dan harganya mahal sekali, dan pengecekan darah menurut Joni Kepala Puskesmas Tebas memang tidak ditanggung BPJS. Mengingat anak harus sembuh apalagi disuspek penyakit DBD tetunya tanpa fikir panjang kami menurut saja dan tidak mempermasalahkan, terang ayah Rafa .

Persoalannya yang jadi sesalan kami kenapa pihak BPJS tanggung dalam memberikan akses pelayanan kepada penggunanya terang Ramidi tetangga korban.

Setelah dua hari dua malam Rafa sang pasien kelihatan sembuh maka orangtuanya diminta pulang meskipun pihak Puskesmas Tebas meminta sebaiknya hari Senin saja menunggu dr Rini masuk kerja, namun kedua orang tua Rafa berkeras ingin mengeluarkan putrinya karena kami yakin anak kami sudah sehat, papar ayah Rafa pada Postkotapontianak.com.

Selanjutnya karena kami juga ada mengasuransikan anak kami pada salah satu asuransi terkemuka maka untuk mendapatkan klaim beaya selama kami menunggu putri kami dirawat inap seperti biaya makan minum dan transport lainnya maka diperlukan Surat Keterangan Dokter(SKD), namun celakanya dr Rini menolak memberikan SKD  tanpa memberikan alasan yang jelas.

Esoknya kami meminta pihak asuransi yang mendatangi dr Rini. Namun bernasib sama alih-alih dilayani bahkan mengatakan jika mau surat SKD keluarga pasien harus meminta maaf dulu pada dirinya, pesan dr.Rini disampaikan pada keluarga Rafa, tentu saja keluarga dan tetangga Rafa heran dan bertanya tanya dalam hati apa salah kami hingga harus minta maaf, menurut Ramidi salah satu anggota LSM Vip Nusa.

Menurut Ramidi, sikap dan perlakuan dr Rini ini menunjukan arogansinya terhadap masyarakat ,sangat disesalkan hal ini bisa terjadi.  Mestinya, dr Rini tidak boleh bersikap begitu terhadap pasien, apalagi palayan kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat, ucap Ramidi.

Masih menurut Ramidi, ada juga issue yang mengatakan bahwa alat cek darah di Puskesmas Tebas bukanlah milik Puskesmas Tebas. Tapi milik salah satu tenaga medis disitu makanya siapa yang memakainya harus bayar, kalau begitu ada bisnis di Puskesmas Tebas, duga Ramidi geram.

Dr.Ganjar  dokter di RSUD Sambas justru ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa penggunaan Alkes oleh pasien BPJS tidak dipungut bayaran, coba konfirmasi saja ke pihak Puskesmas saran Ganjar./Luk/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *