“Gaduh” Pembangunan Tower Rasau Jaya Umum Kian Meruncing

Basuki : Kami Ingin Tower Ini Dibongkar Karena Melanggar Aturan

Cipta Karya Kubu Raya Lakukan Penyegelan Tower Yang Tidak Mengantongi IMB. / foto : Hendri Wjs
Cipta Karya Kubu Raya Lakukan Penyegelan Tower Yang Tidak Mengantongi IMB. / foto : Hendri Wjs

KUBU RAYA  ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Polemik pembangunan tower milik PT. Dayamitra Telekomunikasi, di Desa Rasau Jaya Umum Rt 32/Rw 02 Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat kini memasuki babak baru, pasalnya selain tidak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), pembangunan tower tersebut juga tidak sesuai dengan titik koordinat yang semestinya.

Sejatinya penyegelan tower dengan tinggi 52 meter tersebut yang dilakukan oleh Dinas Cipta Karya Kubu Raya, menjadi tolak ukur kinerja Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam menjalankan Perda yang telah diberlakukan, dan keseriusan instansi terkait dalam menegakkan aturan yang berlaku.

“Jadi hari ini kita lihat bersama titik koordinatnya dengan perwakilan dari Dinas Kominfo jelas titik koordinat sebenarnya bukan ditempat yang mereka bangun tower itu, tetapi ditempat lain yang jaraknya sekitar 42 meter dari jarak pembangunan, jelas disini sudah kita dapatkan lagi persoalan baru selain dari persoalan mereka membangun ini tanpa IMB dan tanpa persetujuan masyarakat sekitar, ” ucap Basuki Rahmad, salah seorang perwakilan warga, Rabu (24/8/16).

Menurut Basuki, dengan adanya selisih jarak pendirian tower dari titik koordinat yang ditetapkan oleh instansi terkait, maka pembangunan tower dapat digolongkan sebagai perbuatan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Saya katakan dengan tegas sudah tidak ada lagi tolensi dari masyarakat untuk pembangunan tower dan kita menolak pembangunan tower ini. Dalam hal ini kami juga terima kasi kepada pihak Cipta Karya yang telah turun langsung menindak lanjut laporan dari masyarakat untuk melakukan penyegelan. Namun langkah selanjutnya kita tidak hanya sampai pada penyegelan, kita menginginkan tower ini untuk di bongkar dan layak dibongkar karena melanggar aturan yang berlaku, ” tandas Basuki, pada sejumlah wartawan.

Wartawan Post kota pontianak Devi dan Hendry lakukan wawancara dengan salah satu warga./ hendry
Wartawan Post kota pontianak Devi dan Hendry lakukan wawancara dengan salah satu warga./ hendry

Lebih jauh dikatakan Basuki, terkait pemberitaan yang dimuat di koran lokal, medio pekan lalu yang menyeret nama Sudirman Hamdi mengaku sebagai Perwakilan PT Dayamitra Telekomunikasi, yang mana dengan tegas dalam pemberitaan tersebut dirinya mengatakan persoalan IMB lagi diurus dan berkaitan mendirikan tower pihaknya telah meminta ijin dengan warga sekitar bahkan sudah sampai pada ijin camat serta ijin Kominfo.

“Jika benar sudah diurus silahkan untuk dibuktikan, dan bisa saja mereka megatakan seperti itu, dalam hal ini saya rasa pembuktian yang lebih penting bukan hanya sekadar ucapan, ” cercanya.

Ditempat terpisah, saat dikonfirmasi langsung kepada pihak Telkomsel Pontianak, terkait pembangunan tower di Desa Rasau Jaya Umum, tak ayal kerancuan mulai muncul dimana pihak Telkomsel menyebutkan nama perwakilan PT Dayamitra Telekomunikasi yang menangani pembangunan tower tersebut yang mana tidak ada sama sekali nama Sudirman Hamid tercantum sebagai perwakilan./* (Dev./Hen)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *