Furqon Bunyamin Husein: Rekonsiliasi Dan Upaya Menjaga Kesatuan Umat Islam Indonesia

 

 

Furqon Bunyamin Husein
JAKARTA – Rekonsiliasi yang dilakukan oleh tim 7 alumni 212 merupakan langkah penyelesaian konflik yang sangat elegan. Ide brilian ini sesungguhnya berasal dari pemikiran Habib Rizieq Syihab yang masih berada di Arab Saudi setelah berkonsultasi dengan pengacaranya, Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra.

Berangkat dari keinginan baik ini, rekonsiliasi antara pemerintah dengan umat Islam yang diwakili para petinggi ulama dan habaib khususnya mereka yang berada di barisan depan gerakan Aksi Bela Islam pun terwujudkan di hari Raya Iedul Fitri 1438 H.

Ide dan gagasan rekonsiliasi memang memberi warna tersendiri di kalangan petinggi Habaib, antara yang menerima ide dan gagasan rekonsiliasi dan mereka yang tidak setuju. Ini suatu hal yang lumrah dan wajar dan tidak akan menimbulkan perpecahan di kalangan umat. Karena ide awal memang dari Imam Besar Indonesia, Habib Rizieq Syihab.

Mereka yang tidak setuju memiliki alasan dan argumentasi yang tentunya sangat kuat menimbang fenomena yang terjadi selama ini. Namun demikian, perlu dipahami bahwa perintah rekonsiliasi yang sebelumnya tidak dianggap oleh petinggi itu, merupakan ide Habib Rizieq itu sendiri, yang perlu dihargai sebagai simbol pemersatu umat. Saya pribadi termasuk orang yang tidak setuju dengan rekonsiliasi tersebut namun bila menimbang bahwa ide dan gagasan itu bersumber dari Habib Rizieq, maka keputusan rekonsiliasi harus diterima demi menjaga nilai persatuan yang lebih luas.

Perlu disadari bahwa perbedaan ini akan menjadi celah bagi pemikiran liar dari mereka yang tidak menginkan persatuan umat islam terbangun dengan apik. Maka itulah, kesadaran untuk menjaga persamaan visi dan misi bersama Habib Rizieq ini sangat penting bagi tokoh dan umat Islam, khususnya mereka yang telah berkorban waktu dan tenaga dalam aksi bela Islam sebelumnya. Jangan sampai upaya dan pengorabanan tersebut sirna hanya karena dipanas-panasi oleh syetan yang memang menginginkan pecahnya gerakan dan persatuan Islam.

Fokuskan diri bahwa ini bukan ide Tim 7 semata untuk melakukan rekonsiliasi tetapi sesungguhnya berasal dari pemikiran Habib Rizieq Syihab yang sementara ini masih berada di luar Indonesia. Biarlah rekonsiliasi berjalan dengan segala kekurangan dan kelebihannya dan tetap jaga persatuan. Jangan dengarkan ocehan media yang sengaja menghembuskan fitnah dan perpecahan. Wa’tashimuu bihablillah jamii’an wa laa tafarroquu.[ RADARINDONESIANEWS.COM ].

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *