Figur Baru Singkawang Segera Hadir (Bagian II)

PPP Pegang Kunci Pilwako Singkawang

Bismillaahirrohmaanirrohiim

(Foto : Ist)
(Foto : Ist)

Tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwako) Singkawang segera memasuki pendaftaran calon pada 21-23 September 2016, tepat setelah tahapan verifikasi faktual calon independen dan proses pencalonan dari partai politik (Parpol) berakhir. Bagaimana manuver Parpol dan siapa saja yang diusung?

Dari komposisi suara untuk parlemen di Singkawang, baru PDIP pemilik enam kursi yang telah memasangkan paket kepala daerah. Sedangkan sisanya sejumlah 24 kursi di parlemen diharuskan untuk berkoalisi antara lain PKB 4 kursi, Partai Nasdem 3 kursi, Partai Gerindra 3 kursi, Partai Demokrat 3 kursi, Partai Golkar 2 kursi, Partai Hanura 2 kursi, PKPI 2 kursi, PPP 2 kursi, PKS 2 kursi dan PAN 1 kursi.

Rumusnya sangat sederhana, 24 kursi tersebut dapat menghasilkan 4 paket pasangan calon kepala daerah. Tetapi tidak mudah bagi Parpol dalam memasangkan kandidat yang hendak meraup kemenangan karena mesti melihat popularitas dan elektabilitas calon, sebab perolehan suara parpol tidak linear dengan basis pemilih calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Analisis sementara, PDIP tidak ingin sendirian dan akan memboyong Partai Hanura dalam menggolkan pasangan Tjai Cu Mie – Irwan. Boleh jadi karena kesamaan platform Parpol atau mungkin persepsi pimpinan parpolnya terhadap kandidat yang diusung. Kekuatan lain selanjutnya datang dari Partai Gerindra yang pada pertarungan kali ini diklaim dibawa Henoch Thomas. Kemungkinan Parpol yang akan digaet sebagai tambahan adalah Partai Demokrat. Henoch terbilang jeli memanfaatkan peluang di tengah berbagai masalah yang melilit Tjai Cu Mie.

Manuver partai berideologi nasionalis dan demokrat lainnya hampir dapat ditebak akan memasangkan jagoannya dengan calon wakilnya yakni Husin yang telanjur ditendang dari PKB oleh Abdul Muthalib. Padahal Abdul Muthalib sendiri mendapat penolakan dari internal parpolnya. Sedangkan Adi Karsidi yang mengklaim mendapatkan Partai Golkar dipastikan kandas tergerus realitas politik dan kecenderungan sikap konstituen pemilih berdasarkan hitungan politik identitas.

Lain halnya Nasdem dan PKPI yang begitu bijak dan penuh hitungan politik sehingga rela menunggu di detik-detik akhir. Di lain sisi, simalakama akan mendera Golkar, karena jika salah melangkah dalam menjalin koalisi, maka kecelakaan besar yang akan dituai. Tinggal tersisa parpol-parpol berideologi Islam seperti PKS, PAN dan PPP. Meskipun PAN memiliki kader bernama Muhamadin yang hendak didorong, namun apa daya hanya memiliki kekuatan 1 kursi saja. PKS yang sempat melirik Adi Karsidi, juga terbentur realitas politik seperti halnya Golkar.

Yang sulit ditebak adalah PPP. Kemana saja partai berlambang kabah ini?… PPP memiliki potensi besar menyukseskan koalisi parpol yang akan dibentuk dengan dasar dan logika politik yang mapan. PPP diprediksi akan membuat proses penyadaran dalam menyikapi pertarungan di Pilwako Singkawang.

Ada kekuatan yang maha dahsyat dibawa PPP dalam menyelesaikan konstelasi rumit dengan fenomena birahi figur calon yang begitu luar biasa. Pengalaman masa lalu membuat partai ini dipercaya mampu meramu anomali figur diantaranya; ada yang sekadar maju karena gengsi meski kekuatan tidak sebanding, ada juga yang maju hanya berbekal 1 perahu politik yang tak cukup, banyak juga yang tidak menghitung elektabilitas, popularitas dan mengesampingkan tujuan murni hendak menjadi walikota dan wakil walikota. Selamat berkreasi PPP. Sukses selalu dan semoga mendapat keberkahan.

( R. Rido Ibnu Syahrie/Praktisi Pers Kalbar* )

Ikuti Berita Ini :Uang Nasabah Raib, MCO Kabur

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *