Explore Kayong Utara Berhasil Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Air Terjun Riam Berasap

POSTKOTAPONTIANAK.COM

( Kayong Utara ) –  Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengekspresikan kebahagian menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Hal ini pun dilakukan oleh Komunitas Explore Kayong Utara (EKU) bersama Yayasan Intan Delima dengan melakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih di Air Terjun Riam Berasap yang terletak di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) pada Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-72.

Medan yang sulit dengan menyusuri jalan setapak selama kurang lebih satu jam menggunakan sepeda motor dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri pinggiran sungai dan melewati beberapa bukit kurang lebih 4 jam perjalan tidak menyurutkan semangat 13 anggota EKU yang telah mendapatkan Surat Izin Masuk kawasan (Simaksi) dari Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP) untuk membentangkan Merah Putih di wisata alam yang cukup terkenal Kabupaten Kayong Utara tersebut.

Dikatakan oleh Ketua EKU Supriandi, Pengibaran Sang Merah Putih dialam terbuka merupakan agenda tahunan Komunitas pecinta alam yang masih eksis bergerak dibidang lingkungan tersebut. Dikatakan oleh pria berambut panjang ini, selain untuk membakar semangat pemuda khususnya pecinta alam agar tetap berkobar membangun Kayong Utara dari segala aspek juga untuk merayakan hari ulangtahun Explore kayong Utara yang juga bertepatan pada Dirgahayu Republik Indonesia.

“Jadi Pengibaran merah putih ini sudah menjadi agenda tahunan kami, dimana tahun sebelumnya kami juga mengibarkan merah putih di puncak tertinggi Kayong Utara yaitu di zona inti TNGP tepatnya di bukit tinggi, untuk saat ini kami melakukan pengibaran merah putih di air terjun Riam Berasap, Selain untuk merayakan HUT RI yang ke-72 juga untuk merayakan hari terbentuknya Explore Kayong Utara (EKU) yang ke-3,”kata Supriandi.

Selain melakukan pengibaran Sang Saka Merah Putih, dikatakan pria yang telah memiliki kekasih ini, EKU juga melakukan aksi pengumpulan sampah anorganik yang masih menghiasi sepanjang jalur menuju air terjun riam berasap tersebut, karena menurutnya selain akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem di alam juga sampah yang berserekan sangat berdampak pada ketertarikan wisatawan untuk menikmati air terjun yang memiliki ketinggian 10 meter dan lebar 5 meter tersebut.

“Selalu saya sampaikan kepada kawan- kawan, filosofi yang sudah terkenal untuk pecinta alam jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak dan jangan membunuh apapun selain waktu harus ditanamkan dalam jiwa kita masing- masing untuk mempererat persaudaraan kita bersama alam”katanya lagi./(tim PKP).

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *