Dugaan Penyerobatan Tanah Pertanian Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit

Bachtiar selaku ahli waris sedang menunjukan batas tanah yang digarap orang tuanya sejak tahun 1968./ foto:pkp
Bachtiar selaku ahli waris sedang menunjukan batas tanah yang digarap orang tuanya sejak tahun 1968./ foto:pkp

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! MEMPAWAH – Sekretaris Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Mempawah Iswandi mendesak Kepala Desa Sungai Purun Besar Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah Kalimantan barat, untuk menginvestigasi dugaan penyerobotan lahan pertanian yang telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit oleh Perusahaan Perkebunan PT. Peniti Sungai Purun (PSP), di Kecamatan segedong yang jumlahnya ratusan 162 hektar.

Dalam waktu dekat LAKI juga akan mengadukan permalahan tersebut kepada DPRD mempawah serta instansi terkait lainnya.

Bahkan persoalan ini akan kita bawa ke ranah hukum, ujar Iswandi seraya mengatakan jika tidak ada etikad baik dari Kades.

Iswandi mencurigai ada pihak-pihak tertentu yang menjadi mafia tanah khususnya oknum oknum perangkat desa sungai purun besar.

Pada bulan Pebruari yang lalu Bachtiar selaku ahli waris dari Muhammad Ali Bin Thaha telah mengirim surat kepada managemen PT. PSP, namun tidak ada juga tanggapan.

Bachtiar sangat menyayangkan sikap dari managemen PT.PSP tersebut yang tidak menanggapi persoalan ini, kata Bachtiar kesal.

DPC LAKI Mempawah yang menerima kuasa dari ahli waris Muhammad Ali tersebut dalam waktu dekat akan melayangkan gugatan ke Pengadilan untuk meminta kepastian terhadap hak kepemilikan yang berdasarkan surat keterangan garapan tahun 1968 tersebut, pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak-pihak terkait dalam masalah ini belum dapat dikonfirmasi./PKP/Is/Wj5

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *