Dugaan Korupsi Proyek Kolam Bebek Engkol Pantai Pulau Datok

Juminggu Anggota Pemuda Pancasila Kayong Utara./ foto : m.yusuf
Juminggu Anggota Pemuda Pancasila Kayong Utara./ foto : m.yusuf

KAYONG UTARA – POSTKOTAPONTIANAK.COM !! Dugaan penyimpangan proyek pengadaan pembangunan kolam bebek engkol dan air mancur di objek wisata Pantai Pulau Datok oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kayong Utara yang menelan anggaran APBD tahun  2012 hingga kini terkesan mubajir.

Pasalnya hingga saat ini pembangunan kolam bebek engkol serta prasarana pendukung lainnya, tak ayal indikasi korupsi serta ajang kongkalikong dalam proyek tersebut menjadi sinyal kuat yang tidak dapat dipungkiri.

“Sudah sejak 2012 hingga tahun 2016 ini, proyek pengadaan kolam bebek engkol dan air mancur sama sekali tidak pernah difungsikan, sampai sekarang bebek dan aset lainnya hanya bertumpuk di gudang, ” kata Juminggu salah satu masyarakat pemerhati pembangunan Kayong Utara, yang juga merupakan Anggota Pemuda Pancasila Kayong Utara, saat dihubungi postkotapontianak.com via telpon.

Menurut Juminggu, pembangunan kolam bebek engkol tentu sudah sesuai dengan perencanaan yang matang, yang mana sesuai dengan pemanfaatan maupun peruntukannya ditempat wisata.

“Kalau ingin membangun kolam bebek engkol setidaknya dibangun seperti kolam renang atau yang aman serta nyaman bagi para pengunjung. Namun yang kita lihat saat ini justru kolam bebek dibangun di sungai yang tidak seperti kolam bebek engkol tapi seperti kolam keramba ikan, ” tandasnya.

Yang lebih parahnya lagi, lanjut Juminggu mengatakan pembangunan kolam bebek engkol dengan menggunakan parit yang sudah ada dan tidak sesuai dengan drap pembangunan yang semestinya.

“Lucunya pembangunan kolam bebek engkol hanya memakai dinding kayu papan, logikanya kalau hanya dengan papan, tentu air degan mudah  keluar masuk akan mengikuti pasang surut air laut. Apakah seperti itu semestinya kolam bebek engkol untuk tempat wisata yang dibangun dengan anggaran APBD, ” kata Juminggu.

Lebih jauh dikatakannya, ketegasan dari pihak terkait dalam mengusut setiap proyek yang diduga telah terjadi penyimpangan setidaknya harus benar-benar dapat menindak para pelaku korupsi uang negara dengan dalih pengerjaan proyek untuk pembangunan maupun pengadaan.

“Jadi dalam kasus ini kami meminta ketegasan dari BPK, Invektorat, Kejaksaan, Kepolisian untuk dapat mengusut dan menyeret dalang pelaku korupsi pengadaan proyek bebek engkol dan air mancur di tempat objek wisata pantai Pulau Datok, yang menelan dana APBD, ” tukasnya./M.Yusuf

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *