Dugaan Korupsi Pembangunan Proyek Embung di Melawi

Plang Proyek Pembangunan Embung./ foto : jon/PKP
Plang Proyek Pembangunan Embung./ foto : jon/PKP

MELAWI-POSTKOTAPONTIANAK.COM !! Tim Investigasi NCW Wilayah Timur Kalbar yang dipimpin oleh Benny Penjaitan menyoroti pembangunan proyek Embung.  Dimana Pemerintah pusat melalui dana APBN Tahun 2014/2015 telah mengucurkan dana sebesar sekitar 26 Milyar rupiah untuk pembangunan Embung di Kabupaten Melawi, diantaranya di Desa Bayur Raya, Kecamatan Pinoh Selatan, dan di Desa Landau Tubun.

Tahapan pembangunan di Desa Bayur Raya Tahun Anggaran 2014/2015, dan di Desa Landau Tubun Tahap 1 (Pertama) Tahun 2015. Pelaksanaan pembangunan tersebut, dilaksanakan oleh 3 (tiga) perusahaan dengan sistem join operation 9JO). Dan ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Karya Dulur Saroha, KSO PT. Marga Mulya, KSO PT. Karya Prima Mandiri Pratama. Demikian disampaikan Benny Penjaitan pada “Postkotapontianak.com” dan beberapa media online.

Benny Penjaitan Koordinator NCW Wil Timur Kalbar saat lakukan Investegasi dilokasi proyek./ foto : jn/PKP
Benny Penjaitan Koordinator NCW Wil Timur Kalbar saat lakukan Investegasi dilokasi proyek./ foto : jn/PKP

Menurutnya, dari hasil investigasi dan pengumpulan data oleh Tim Investigasi Nusantara Corruption Watch (NCW) Wilayah Timur Provinsi Kalimantan Barat yang dipimpin oleh Benny Panjaitan, dapat diberikan gambaran kesimpulan, bahwa diduga pembangunan Embun di Desa Bayur Raya, dibangun asal jadi (tidak sesuai kontrak). Ini dapat dibuktikan, bendungan air sudah retak, bronjong banyak menggunakan batu sungai (bukan batu pecah), pemasangan pipa banyak yang tidak ditanam didalam tanah, dan Bak Air yang dibangun, pada tanggal 25 Desember pecah 1 unit.

Hasil investigasi tersebut, NCW Wilayah Timur Provinsi Kalimantan Barat melalui Surat Nomor : 10 tanggal 21 Oktober 2015, sudah membuat laporan resmi kepada Kepala Dinas PU Provinsi Kalimantan Barat dan Kepala Balai Sumber Daya Air Pontianak, untuk dapat ditindak lanjuti, jelas dia.

Berdasarkan laporan NCW Wilayah Timur Provinsi Kalimantan Barat tanggal 5 Januari 2016 PPTK di Kantor Balai Sumber Daya Air Pontianak, mengarahkan Hendrikus (Kontraktor Pelaksana) untuk segera membangun Bak Air (Pengganti yang pecah) dan menanam pipa yang diatas permukaan tanah. Karena berdasarkan fakta laporan NCW tersebut, berarti perusahaan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak kerja ujar Yudhi, ST, MT. kepada Hendrikus di Hadapan Investigator NCW, kata Benny mengutip percakapan tersebut.

Sedangkan pada tanggal 19/27 Januari 2016 melalui pesan singkat SMS, Yudhi, ST. MT menyampaikan kepada Benny Panjaitan, bahwa apa-apa pekerjaan yang kurang beres, sudah diperbaiki, dan sekarang masyarakat sudah menikmati air.

Tapi kenyataannya jelas Benny P, berdasarkan hasil investigasi Tim Investigator NCW Wilayah Timur Provinsi  Kalimantan Barat bulan Maret 2016 dilapangan, pesan singkat / SMS Yudhi ST, MT tersebut 90% (Sembilan puluh persen) tidak benar.

Lanjutnya, yang diadakan perbaikan adalah membangun bak air yang pecah, dan menimbun pipa yang diatas pemukiman tanah di depan rumah warga masyarakat. Sedangkan bendungan air yang retak (tidak diperbaiki), beronjong yang menggunakan batu sungai (tidak diganti) dan pemasangan pipa yang melewati kebun masyarakat dan hutan 75% tidak ditanam kedalam tanah, begitu juga pipa yang melewati sungai tidak dipasang Anchor Blok pengaman.

Dugaan matrial yang digunakan./ jn/PKP
Dugaan matrial yang digunakan./ jn/PKP

Perlu diketahui kata Benny, menurut warga masyarakat Desa Bayur Raya 80 (delapan puluh) persen warga masyarakat saat ini masih menggunakan air dari jaringan air yang dibangun oleh Pemda Melawi melalui APBD, karena sebagian besar masyarakat tidak mampu membayar biaya pemasangan pipa dari sumber air yang dibangun oleh Dana APBN tersebut ke rumah masing-masing warga.

Dengan melihat kondisi fisik jaringan Embung yang sudah selesai dibangun saat ini dan cara pendistribusian kepada warga masyarakat Bayur Raya, dari Pihak NCW Wilayah Timur Provinsi Kalimantan Barat sangat mengharapkan, agar Pemerintah Pusat (Kementerian, PUPR, BPKRI, KPK RI) serta institusi Penegak Hukum di Kalbar, Kab. Melawi, dan Kab. Sintang, turun kelapangan mengadakan pemeriksaan, harapnya.

Investigator NCW sebagai Nara Sumber pemberitaan dan Pelapor siap memandu kelapangan, karena Pembangunan Embung tersebut, diindikasikan sarat dengan KKN yang memanipulasi uang Negara, ujar Benny Panjaitan.

Terkait dengan masalah pemberitaan sebelumnya dibeberapa Media mengenai pembangunan embung yang disebut di Desa Landau Tubun, yang sebenarnya masalah yang paling berat ada di Desa Bayur Raya, bukan di Desa Landau Tubun. Tahun 2015 pembangunan Embung Babolit di Desa Landau Tubun baru Tahap I (pertama), yang baru membangun jalan/jembatan dan beronjong bendungan air.

Dengan adanya pemberitaan tersebut, melalui media ini pihak nara sumber dan jurnalis mengadakan klarifikasi. Yang sebenarnya adalah di Desa Bayur Raya, bukan di Desa Landau Tubun. Klarifikasi ( ralat ) nama Desa Landau Tubun perlu disampaikan serta dipublikasikan, agar semua pihak yang kurang berkenan, bisa memakluminya, terang Benny Penjaitan.

Pembangunan Embung Babolit tahap ke II (dua) tahun anggaran 2016, saat ini sudah dimulai, material pipa, semen, batu, sudah dipersiapkan dilapangan, dan alat-alat berat milik kontraktor sudah mulai beroperasi, Pelaksanaan pekerjaan jalan tanpa plang nama proyek.

Benar atau tidak kami persilahkan yang berwenang turun kelapangan untuk mengadakan pemeriksaan, pungkas Benny Panjaitan.

Menurut Jumain yang mengaku sebagai pelaksana perusahaan dilapangan, bahwa material batu beronjong yang dipergunakan untuk membangun bendungan, sama dengan batu yang dipergunakan di Bayur Raya, sudah sesuai dengan kontrak kerja, katanya singkat.

Guna untuk mengecek persoalan proyek tersebut, upaya konfirmasi kembali dilakukan kepada pihak PPTK Balai Sumber Daya Air Pontianak, Yudhi, ST. MT, melalui telpon seluler saat dihubungi berulang kali telpon aktif tetapi tidak diangkat.

Begitu juga dengan Hendrikus selaku kontraktor Pelaksana proyek tersebut, saat dihubungi hand phonenya tidak aktif.(Jon)/Hn/PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *