Dugaan Korupsi Bansos, Ujang Sukandar Anggota DPRD Provinsi Kalbar dan Trisnomo Resmi di Tahan

Ujang Iskandar Anggota DPRD Provinsi Kalbar yang memakai baju merah menuju mobil tahan Kejaksaan Tinggi./ foto : Hendri/Postkotapontianak.com
Ujang Sukandar Anggota DPRD Provinsi Kalbar yang memakai baju merah menuju mobil tahan Kejaksaan Tinggi./ foto : Hendri/Postkotapontianak.com

Reporter : Hendri Wjs

POSTKOTAPONTIANAK.COM – PONTIANAK ! Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Ujang Sukandar akhirnya resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Pontianak. Ia terlibat kasus Bansos bantuan sosial,  kali ini Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menahan anggota DPRD Provinsi Kalbar Ujang Iskandar dan Direktur CV Multi Agro Prima, Trisnomo keluar dari ruangan pemeriksaan.

Kedua tersangka tersebut langsung memakai baju tahan Kejaksaan tinggi warna Merah langsung  menuju mobil tahanan Pontianak,  Jumat (29/4/2016) Kejaksaan Tinggi.

Penahanan Kedua tersangka tersebut atas dugaan korupsi bantuan sosial pupuk untuk Sekolah Lapangan Pertanian Tanaman Terpadu (SLPTT) tahun 2014 Kabupaten Kubu Raya.

“ Atas tindak pidana tersebut, diduga merugikan negara sebesar Rp 500 juta lebih yang bersumber dari APBD Kabupaten Kubu Raya tahun 2014,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Kalbar Bambang Sudrajat.

Ujang Sukandar dan Trisnomo ditahan setelah dilakukan pemeriksaan, sementara tersangka F belum dilakukan penahanan karena lagi sakit.

“Hari ini ketiga tersangka memang kami lakukan pemanggilan. Dua tersangka datang, yakni Ujang Sukandar dan Trisnomo, sementara tersangka F tidak datang dengan alasan sedang dirawat di rumah sakit,” ungkap Bambang.

Ia menjelaskan, kedua tersangka tersebut ditahan atas persangkaan melakukan tindak pidana korupsi bantuan sosial (Bansos) berupa pupuk untuk SLPTT tahun 2014 di Kabupaten Kubu Raya.

Ujang Sukandar  berperan sebagai perantara penyaluran Bansos pupuk, sementara Trisnomo selaku Direktur CV Multi Argo Prima, dan F sebagai penyalur bansos tersebut, ungkap Bambang.

Ujang dan Trisnomo  ditahan hingga 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Kelas II A Pontianak sambil menunggu proses hukum selanjutnya./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *