Dua Kasus Mendominasi Di Melawi

MELAWI – Kasus yang berkaitan dengan Perlindungan Anak dan pencurian baik pencurian dengan pemberatan (curat) serta curanmor masih mendomininasi angka kriminalitas di Melawi.

Hal tersebut hasil data Analisis dan Evaluasi (Anev) tahunan Polres Melawi Tahun 2017 yang memuat capaian kinerja kepolisian dalam menangani kasus kriminalitas.

Kasat Reskrim Polres Melawi AKP Saamsul Bakri, SH mengatakan, sepanjang tahun 2017 ada 2 (dua) kasus yang mendominasi di Melawi yakni kasus Perlindungan terhadap anak dan pencurian.

“Dua Kasus yang sangat mendominasi, yang utama adalah Perkara yang ada kaitannya dengan perlindungan terhadap anak ( Persetubuhan terhadap anak dibawah umur, pencabulan, KDRT dan kasus pencurian ) katanya.

Dikatakannya meningkatnya kasus yang ada kaitanya dengan Perlindungan terhadap anak terjadi dibeberapa kecamatan dengan total 15 Perkara,12 Perkara dapat di selesaikan di tahun 2017 sedangkan 3 Perkara di selesaikan awal Januari 2018.

“Kalau untuk kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 27 Perkara dan selesai : 25 Perkara untuk 2 Perkara diselesaikan Januari awal tahun 2018. sedangkan pencurian biasa laporan yang masuk sebanyak : 19 laporan, selesai : 18 Perkara, untuk 1 Perkara masih dalam proses Sidik,” jelasnya.

Lanjut Samsul dua kasus yang mendominasi tersebut yakni kasus Perlundungan terhadap anak dengan kita jerat dengan undang-undang nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak ancaman paling singkat selama 5 Tahun paling lama 15 Tahun penjara.

“Sedangkan untuk kasus pencurian dengan pemberatan dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara,”ujarnya.

Dengan mendominasinya dua kasus kriminalitas di Melawi Pihaknya menghimbau terutama kasus Perlindungan terhadap anak agar pengawasan orang tua terhadap anak jangan sampai kendor.

“Ya setidaknya orang tua dapat memantau atau mengawasi anak mereka terlebih lagi saat malam hari” bekali anak – anak kita dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat termasuk ilmu agama untuk menambah kadar keimanannya” ucapnya.

Lanjut Samsul kasus kedua yakni maraknya pencurian seperti sepeda motor dan Bongkar rumah, harus di antasipasi agar tidak menjadi korban selanjutnya, terhadap harta benda seperti motor jangan sampai meletakkan kendaraan jauh dari pengawasan.

“Antisipasi bisa saja dengan selalu monitor kendaraan kita atau memasang kunci ganda “itu yang penting,”terlebih lagi saat di rumah harus di cek terlebih dahulu sebelum tidur atau bepergian apakah rumah sudah dalam keadaan terkunci semua apa belum”supaya rumah dalam keadaan aman,”harapnya.

Lebih lanjut pihaknya menyampaikan tahun 2018 ini akan mengaktifkan semua lini keamanan meningkatkan dan mengoptimalkan Kring serse, Patroli, himbauan dan Meningkatkan Ungkap Perkara supaya masyarakat merasa Aman,”katanya./ rls.

Publish : POSTKOTAPONTIANAK.COM

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *