DPRD dan Pemkot Bahas Perda

Tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika

Perda./ilustrasi
Perda./ilustrasi

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! DEPOK-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok  tengah membahas rancangan Peraturan Daerah (Perda) Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika.  Sementara itu, dalam rapat dengar pendapat yang dilakukan di ruang rapat DPRD Kota Depok, Jawa Barat, kemarin.

Itu terkuak dampak negatif yang ditimbulkan dari keberadaan warnet itu sendiri, seperti, perjudian, kurang kepdulian dengan lingkungan sekitar, minimnya sosialisasi, bonus, menganggu kesehatan, kurangnya perhatian, kurangnya perhatian terhadap keluarga, tersebarnya data pribadi, mudahnya menemukan data berbau pornografi, rawan terjadinya tindak kejahatan  dan lain sebagainya.

Sementara sisi positifnya ialah, kebutuhan informasi, peluang kerja, referensi sarana belajar dan ruang bermain baru dan lainn sebagainya. Sedang untuk aturan bagi Warnet dalam Raperda Penyelenggara ini, yaitu bahwa Warnet harus menyediakan skat pembatas antara ruang yang satu dengan ruangan yang lainnya, memiliki penerangan yang cukup, memiliki sirkulasi udara yang cukup, tanda larangan merokok, tersedianya kamar mandi dan tempat ibadah, memiliki pintu darurat dan perangkat kebakaran serta penataan ruang parkir sampai dengan ketentuan jam operasional 15 jam, yakni dari pukul 08,00-23,00. Selain itu tertuang dalam pasal 23 dan pasal 24./Faldi/Sudrajat

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *