Dit Reskrimum Polda Kalbar Bongkar Prostitusi Online

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! PONTIANAK – Direktorat Reserse Umum Polda Kalbar kembali membongkar Prostitusi Online dengan tersangaka Indra yang berdiam di Peniti Dalam Segedung Kabupaten Mempawah.

Indra./ foto dok HPK
Indra./ (foto dok HPK)

Pengungkapan kasus Prostitusi Online yang baru diungkap oleh Dit Reskrimum Polda Kalbar tadi Malam , ( Rabu, 11/1/2017 pkl 23.30 ), di Hotel Start Jalan Gajah Mada. Merupakan pengungkapan  yang ketiga kalinya, dimana sebelumnya Dit Reskrimum beberapa waktu lalu juga menangkap pelaku Prostitusi online di salah satu hotel di Jalan Gajah Mada dan Hotel G jalan Jenderal Urip Pontianak.

Pengungkapan Prostitusi online ini terungkap kembali hari ini Rabu tanggal 11 Januari 2017, jam 23.30 wib, telah kami amankan pelaku di hotel Star kamar 110 dan 112.

Korban dari Proatitusi Online kali ini adalah Fit (22 tahun ) alamat Desa Keresek kec Cibatu Kabupaten Garut Jawa Barat. Pekerjaan SPG Indofood Bandung. Dan Rid (30 tahun), tinggal di Desa Ciputri kec Cimahi Tengah Kota Cimahi, pekerjaan SPG Faktori Outlet Rumah Mode Bandung.

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs.Suhadi Sw.M.Si mengatakan, Bahwa tersangka Indra memiliki jaringan perempuan asal Bandung, Jakarta dan Pontianak yang dapat dijual ke laki-laki.

Selama tahun 2016 tersangka telah menjual perempuan lebih dari 10 kali dengan tarif berpariasi mulai dari 5 juta sd 1,5 juta. Penangkapan ini dilakukan oleh Anggota Subdit IV Dit Reskrimum yang menyamar sebagai pelanggan memesan perempuan melalui Whats App kepada tersangka dengan tarif 3 juta perorang, jelas Suhadi.

Selanjutnya kata Suhadi, tersangka minta kepada pelanggan untuk memasan kamar di hotel kemudian tersangka mengantar perempuan langsung ke kamar yang sudah di pesan. Setelah transaksi dilakukan langsung tersangka dilakukan  pengamanan,  dilanjutkan penggerebekan kepada para korban di kamar hotel.

Hasil dari Prostitusi Online  tersangka mendapatkan  500 ribu rupiah, per perempuan.

Perbuatan tersangka terhadap tersangka diancam dengan pasal 296 KUHP dengan acaman pidana 1 tahun 4 bulan. Sampai dengan saat ini  tersangka masih diperiksa secara Intensif oleh Penyidik Dit Reakrimum Polda Kalbar dibawah pimpinan AKBP Hujrah S.Ik.Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kalbar, papar Kombes Pol. Drs. Suhadi, Sw, M.Si./ HPK/(abePKP)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *