Diskusi Publik Bersama Wahana Visi Indonesia Yang Didanai Oleh Uni Eropa

WWW.POSTKOTAPONTIANAK.COM
SINTANG-Hari ini Tanggal 29 Agustus 2018 dalam Kegiatan tersebut Diskusi Bersama Kepala Perwakilan Project Manager EU CSO Henry Gabriel, Kepala BAPPEDA, turut hadir Beberapa Kecamatan, Kepala Desa, Kesehatan serta fasilator Desa, tampak hadir dalam acara tersebut.
Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga, dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis, dan jenis kelamin. WVI bergerak di bidang Kesehatan (untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia), Ekonomi (untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga untuk kualitas hidup anak yang lebih baik), Perlindungan Anak (upaya agar hak anak terpenuhi dan menurunkan tingkat kekerasan pada anak) serta Pendidikan (agar anak mendapatkan pendidikan yang berkualitas).
Proses CVA (Citizen Voice and Action) adalah salah satu proyek WVI yang didanai oleh Uni Eropa dengan tujuan agar masyarakat, sebagai Penerima Manfaat, mampu menyampaikan aspirasinya kepada Pemerintah, sebagai Penyedia Layanan, demi terwujudnya pemenuhan kebutuhan masyarakat khususnya di bidang Kesehatan.
Organisasi Masyarakat Sipil dengan pendampingan dari WVI menggelar kegiatan Diskusi Publik dengan Pemerintah Kabupaten Sintang terkait Kabupaten Layak Anak (KLA). Diskusi Publik ini sekaligus proses penyerahan rekomendasi oleh KOPAS (Koalisi Peduli Anak Sintang) dan FAKSIN (Forum Anak Kabupaten Sintang) dengan harapan rekomendasi ini dapat membantu Pemerintah Daerah untuk memonitoring isu Kesehatan Ibu dan Anak di wilayah Kabupaten Sintang.
sampai pada level Kabupaten jadi hasil proses suara aksi warga negara kemudian membangunan jaringan yang relasi, KOPAS juga mempunyai sesuatu untuk menjalin dengan DPRD Kabupaten, disini ada juga BKMP,CUW, SKUP, BKRI,WK, yang selama ini bersama-sama dengan KOPAS ini, jadi semakin banyak kawan maka semakin banyak hal yang bisa kita selesaikan sama-sama karna bagaimana pun masalah terlalu, besar ya kalau satu dua Lembaga saja tidak akan terselesaikan, jadi harus sama-sama bekerja sama
apa yang dilakukan dimasyarakat adalah pertemuan tatap muka, yang pertama pertemuan awal, pertemuan awal itu adalah antara fasilator Desa bersama dengan penyedia layanan dan juga pemerinta Desa tujuannya, untuk memberikan penjelasan bahwa proses suara, biasa nya yang kami alami beberapa daerah lain di indonesia, ini masalah penyediaan layanan dengan masyarakat, kalau diajak ketemu itu takut, alasan nanti di adili, maka dari awal kami menjelaskan kepada penyedia media layanan bahwa proses ini adalah proses dialog, bukan proses salah menyalahkan dialog untuk perbaikan kwalitas layanan, sehingga kwalitas layanan lebih maksimal.
(pewarta : Yefta k. LMB Group)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *