Diskusi Iklim, Pemerintah Pusat Diminta Perhatikan Kota Depok

Diskusi iklim. (Ist)
Diskusi iklim. (Ist)

DEPOK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM – Guna membangun tingkat pemahaman dan visi yang sama antara berbagai pihak dan lembaga dalam menyikapi isu perubahan iklim, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan Diskusi Pojok Iklim dengan Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok, Rabu (23/11), di Joglo Nusantara, Situ Pengasinan, Sawangan, Kota Depok, Jabar.

Dalam forum diskusi tersebut mengangkat topic “Membentuk Ruang Kebersamaan Dalam Menghadapi Perubahan Iklim” dihadiri Ketua Dewan Iklim Kementrian Lingkungan Hidup Sarwono Kusuma Atmaja, Staf Ahli Menteri KLHK Agus Yulianto, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DPK) Etty Suryahati, Kepala Dinas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kania Parwanti, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) Wijayanto, serta Heri Syaefudin (Heri Gonku) selaku koordinator FKH Kota Depok.

Heri Gonku mengungkapkan kegiatan ini terkait keaktifan FKH Kota Depok dan sangat diapresiasi oleh beberapa kementrian karena itu pihaknya diminta untuk menjadi narasumber dalam forum diskusi. Namun, pihaknya lebih memilih pihak kementrian ini membuat acara di tempatnya yang tidak hanya sekedar bicara melalui slide tapi ada yang bisa dimanfaatkan kedepannya.

“Dengan kegiatan diharapkan rekan-rekan nantinya bisa memiliki jaringan baru kepada teman-teman peduli lingkungan hidup lainnya. Untuk konteks di Depok, kota ini merupakan bagian dari kawasan strategis nasional. Karena itu Depok ini harus menjadi bagian sebuah perencanaan kawasan yang menjadi perhatian pusat bukan hanya diserahkan ke Pemkot Depok. Saat ini di Depok sendiri masih ada beberapa yang masih harus dibenahi terutama ruang terbuka hijau dengan melakukan sebuah pendekatan tata ruang yang ideal,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Depok, Kania Parwati membenarkan, terkait iklim sendiri selama ini Depok sudah support ke KLH dengan beberapa kegiatan sudah menjadi bagian pencegahan iklim, diantaranya adalah situ. Dikarenakan sesuai hasil kajian di Universitas Trisakti, situ turut ambil peranan dalam membantu menyerap CO2 berkat adanya planton. Selain situ, UPS dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) mempunyai peranan dalam perubahan iklim.

“Untuk UPS sendiri dimana dengan pengelolaan sampah maka akan semakin sedikit sampah CO2 yang beredar. Selain situ dan UPS, RTH juga memiliki peranan karena dengan semakin banyaknya RTH maka penyebaran CO2 dapat ditanggulangi. Oleh karenanya, berusaha mendorong ke Pemerintah Pusat diantaranya adalah RTH yang ada di wilayah RRI dan lahan karaba yang berada di Kecamatan Tapos karena punya potensi untuk perubahan iklim,” ujar mantan Kadis Tarkim Kota Depok itu.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri KLHK Agus Yulianto berharap berharap rekan-rekan komunitas yg hadir dapat saling bertukar pengalaman pengetahuan dan aksi bersama. Dimana sebelum diskusi ini para komunitas berjalan masing-masing, kini mereka bisa bergabung dan melakukan sesuatu hal yang lebih besar.

“Kami berharap diskusi ini bisa menjadi ajang saling bertukar informasi dan menjadi awal dari kebersamaan untuk memperbaiki lingkungan secara bersama. Karena roh utamanya adalah kebersamaan, spirit dan semangat untuk memperbaiki lingkungan dikarenakan dengan menambah roh yg sama akan menambah aksi untuk menambah lingkungan,” imbuhnya.(Faldi/Sudrajat)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *