Diskusi ‘Dibalik Polemik Pembangunan Pabrik Semen’

Polemik pembangunan pabrik semen di Rembang: Presiden Jangan Percayai Omongan LSM !

Saat kegiatan diskusi publik./ HZ
Saat kegiatan diskusi publik./ hz

JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (PTSI) angkat bicara soal pembangunan pabrik di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Agung Wiharto mengingatkan Indonesia saat ini sedang membangun.

Agung menyampaikan paparannya dalam diskusi ‘Dibalik Polemik Pembangunan Pabrik Semen’ di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (7/8). Polemik pendirian pabrik semen PTSI di Rembang kembali mengemuka akhir-akhir ini. Beberapa warga Rembang penolak pabrik semen didampingi LSM pengusungnya bertemu dengan Presiden Jokowi di Jakarta.

Dwi Joko Suprianto, Warga Desa Tegaldowo, Kec. Gunem, Rembang./ hz
Dwi Joko Suprianto, Warga Desa Tegaldowo, Kec. Gunem, Rembang./ hz

Diskusi tersebut juga dihadiri sembilan warga pendukung pabrik semen di Rembang. Dwi Joko Suprianto, warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Rembang, meminta pemerintah untuk obyektif dan mendengar pandangan mayoritas warga yang tinggal di sekeliling calon lokasi pabrik semen.

Mayoritas warga Rembang mendukung keberadaan pabrik, Joko menyebut warga yang menolak itu hanya beberapa gelintir karena diprovokasi LSM dari luar Rembang. “Makanya, Presiden jangan percayai omongan LSM,” kata Joko.

Warga sangat berharap kehadiran pabrik semen. Selama ini, Kecamatan Gubem tergolong miskin. Keberadaan pabrik semen, walau masih dalam tahap pembangunan, sudah mampu menggerakkan pembangunan ekonomi setempat.

Saat ini, ungkap Agung, peta industri semen di Indonesia dikuasai pemain asing dan swasta. Pelaku industri semen berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terdiri dari beberapa perusahaan, salah satunya PTSI. “Pangsa pasar semen di Indonesia di atas 65% dikuasai pabrik semen asing dan swasta. Adapun porsi pasar Semen Indonesia Grup di kisaran 30% dan sisanya BUMN lain,” kata Agung./ Hz/ Abe PKP

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *