Dinilai Bersih, PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak Tuan Rumah Pelatihan NRW

PONTIANAK   ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Masuk dalam golongan PDAM sehat, tak ayal menjadikan Kota Pontianak, Kalimantan Barat  salah satu kota percontohan dalam keberhasilan membangun perusahaan air minum yang berhasil menekan angka kebocoran atau Non Revenue Water  (NRW) hingga pada titik 28 persen.

Sejatinya untuk lebih menekan angka kebocoran sekecil mungkin, dibutuhkan para sumber daya manusia yang mampu bekerja sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka miliki, pasalnya target menurunkan angka kebocoran terus menjadi pekerjaan PDAM yang hingga kini belum mencapai kata tuntas.

“Untuk itulah kita ditunjuk dari Kementerian PUPR RI, sebagai daerah penyelenggara pelatihan NRW bagi pegawai PDAM untuk wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Karena angka kebocoran kita cukup rendah maka dari itu kita ditunjuk menjadi tuan rumah dalam pelatihan tahun ini, yang dilaksanakan selama 4 hari. Yang mana untuk pemahaman teori selama 3 hari dan 1 hari lagi pelaksanaan Praktek dilapangan, ”  kata Intruktur NRW DPD Perpamsi Kalbar Rully Erwansyah. ST, pada postkotapontianak.com, usai melakukan bimbingan praktek di Percontohan Zona Air Minum (ZAM) PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak, Jl Perdana, Kota Pontianak, Jumat (14/10/16).

Praktek lapangan sangat penting, lanjut Rully mengatakan mengingat dalam pelaksanaan praktek NRW para peserta pelatihan akan mendapatkan bimbingan langsung cara untuk mendeteksi kebocoran air yang dapat diukur dengan menggunakan alat khusus serta melalui hitungan persentasi pemakaian air pada saat melakukan pemantauan.

“Jadi dari pelatihan ini pelaksanaan praktek sangat memberikan dasar disiplin ilmu yang sangat bermanfaat untuk nantinya diterapkan dilapangan agar bisa menekan angka kebocoran. Dalam kegiatan praktek hari ini kita juga menghadirkan para pejabat dilingkungan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak yaitu Kepala Kantor Wilayah I Timur Utara Januar Pribadi. SE, Kabag Distribusi Abdullah, ST, Kepala Kantor Pelayanan Utama Syafi’i, S.Sos,  Kasi Neraca Air PKA Setiono AMd, Kasi Penutupan Pelanggaran PKA Budiman S.ST, dan Kasi Distribusi I Edi Purwanso, ST, ” jelas Rully.

Senada dikatakan,Instruktur PDAM Kota Padang Tomi Irawan, untuk menghasilkan tenaga yang berkualitas maka harus dilakukan berbagai pelatihan yang mana pelatihan NRW menjadi rujukan tepat untuk melatih sumber daya manusia yang dimiliki oleh PDAM dimasing-masing kabupaten kota di Indonesia.

“Saya rasa dengan dimilikinya para tenaga ahli dibidangnya, maka saya yakin angka kebocoran dapat kita tekan semaksimal mungkin. Dan sekarang yang kami lakukan dalam praktek pelatihan ini adalah deteksi kebocoran dengan mengunakan alat, agar bisa kita ketahui tingkat kebocorannya sampai dimana, maka dari itu kami lakukan praktek ini pada malam hari agar bisa diketahui seberapa besar tingkat kebocora, karna pada malam hari aktivitas warga menggunakan air pasti berkurang, ” kata Tomi.

Ditempat yang sama, Konsultan PT. Widha, Sigit Purnomo mengatakan keterlibatan pihaknya dalam pelatihan NRW ialah sebagai perusahaan yang telah dipercayai oleh pemerintah untuk melakukan pelatihan diseluruh Indonesia dengan tujuan mencetak sumber daya manusia yang memiliki keahlian mendeteksi kebocoran air baik yang dilakukan dari internal maupun ekternal.

“Dalam pelatihan ini sudah ditetapkan sebanyak 30 peserta dengan dua kelas, yang mana kelas pertama efisiensi enegeri sebanyak 14 orang dan kelas dua yaitu untuk NRW sebanyak16, pelatihan yang kita lakukan saat ini adalah tingkat kabupaten yang nanti selanjutnya akan dilakukan seleksi penilaian untuk mengikuti pelatihan tingkat provinsi. Untuk penilaiannya akan keluar selama 1 tahun setelah pelatihan ini, ” pungkasnya.*/(dev)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *