Dinas Sosial Kalbar Telantarkan Tujuh TKI Asal NTT

TKI yang berasal dari NTT./ Hendry Wartajurnalis
TKI yang berasal dari NTT./ Hendry Wartajurnalis

PONTIANAK ! POSTKOTAPONTIANAK.COM — Sebanyak tujuh orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Belabao, Kecamatan Lembata, Kabupaten Wulandonu, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  yang terlantar di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, yang mana sampai saat ini tidak ada kepastian nasib ke tujuh TKI tersebut.

Pasalnya sampai saat ini TKI yang berasal dari NTT tersebut ditelantarkan oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat tanpa ditanggung untuk kebutuhan makan. Dari 7 TKI yang ditelantarkan 5 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.

Yosep salah satu TKI mengatakan hingga saat ini mereka bingung tidak ada kepastian mereka akan dipulangkan ke kampung halaman atau tidak pasalnya sudah dua minggu mereka berada di penampungan, bahkan mereka tidak di tangung makan dan minum oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat.

“Awal kejadian kami di bawa egen yang bernama Ardi  asal Malaysia untuk berkerja disana, namun agen tersebut tersandung kasus di tangkap polisi di  Malaysia, dan sampai di Sajingan, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat  kami dari 10 orang yang ditangkap oleh Polsek Sajingan, karena mengunakan paspor kunjungan wisata, ” jelas Yosep pada postkotapontianak.com, saat ditemui dipenampungan Dinas Sosial Kalimantan Barat,
Kamis (22/9/16).

Dari Polsek Sajingan, lanjut Yosep mengatakan mereka diserahkan ke Polres Sambas dan paspor  di tahan  Polres Sambas, yang kemudian mereka di kirim ke Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat.

“Namun sesampai disini kami justru  ditelantarkan bahkan kami dari 10 orang yang di tampung disini tiga orang sudah pulang di jemput keluarga mereka masing-masing, sisa kami tujuh orang yang masih dipenampungan dan merasa ditelantarkan, ” cerca Yosep.

Yuline Marhaeni

Yuline Marhaeni,/ hendry Wjs
Yuline Marhaeni,/ hendry Wjs

Di tempat terpisah, Kabid Perlindungan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Yuline Marhaeni, saat di temui ruang kerjanya membenarkan adanya TKI asal NTT yang di tangkap Polsek Sajingan dan diserangakn ke Dinas Sosial Provinsi Kalbar untuk ditampung.

“Untuk mereka TKI asal NTT yang kita tampung memang kami tidak menangung makan mereka, karena tidak ada anggaran untuk TKI yang terlantar dalam hal ini kami hanya memfasilitasi penampungan. Sedangkan untuk makan dan pemulangan mereka bukan tangung jawab kami, kami hanya menangung biaya atau memiliki anggaran TKI yang di deportasi dari Malaysia, karena itu sudah peraturan dari kementerian. Yang seharusnya bertanggungjawab adalah pihak Kepolisian karena mereka yang menangkapnya. Kalau untuk menyediakan tempat menampung mereka kami terima, itupun teloransi dari kami karena rasa kemanusian, ” jelas Yuline.*/ (hen wjs)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *