Dihantam Banjir, Jalan Trans Madya Amblas

Ambruk : Gorong-gorong di ruas jalan Trans Madya KM 2 jeblok akibat terjangan banjir beberapa waktu lalu. Dalam tahun ini juga, Dinas PU akan mengucurkan dana untuk perbaikannya.

Separoh badan jalan jebol./ foto : yahya-pkp
Separoh badan jalan jebol./ foto : yahya-pkp

POSTKOTAPONTIANAK.COM ! SEKADAU-Hujan tak selalu membawa berkah. Jika intensitasnya berlebihan, hujan bisa membawa bencana seperti banjir. Kalau sudah banjir, hampir semua unsur masyarakat kerepotan. Karena, selain mengharuskan warga mengungsi, banjir juga kerap merusak fasilitas umum. Seperti yang terjadi di wilayah Desa Seberang Kapuas baru-baru ini.

Akibat hujan deras, sebuah gorong-gorong yang berlokasi di ruas jalan Trans Madya KM 2 jebol. Jebolnya gorong-gorong ini diduga kuat karena konstruksinya tak sanggup menahan derasnya terjangan banjir. Tak hanya gorong-gorong, ruas jalan yang sudah berlapis aspal juga ikut ambruk. Kerusakan tersebut menyebabkan lebih dari separuh badan jalan jebol.

Terang saja amblasnya ruas jalan sangat mengganggu arus lalu lintas dan mobilisasi penduduk disana. Diperkirakan tak kurang ribuan masyarakat dari beberapa desa yang setiap hari lalu-lalang melewati ruas jalan tersebut.

Jalan Trans Madya sendiri merupakan urat nadi bagi perekonomian masyarakat Desa Seberang Kapuas, Desa Landa Kodah, Timpuk, Merbang, serta belasan kampung dan sarana pemukiman penduduk.
Menurut Kepala Dusun Seberang Kapuas II, Riduansyah, ambruknya gorong-gorong di ruas jalan utama sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu saat curah hujan tengah tinggi-tingginya mengguyur seantero wilayah Bumi Lawang Kuari Kabupaten Sekadau.
“Seingat saya sudah beberapa bulan ini ambruknya. Kalau sudah begini, sudah pasti arus lalu lintas terganggu. Sepeda motor mungkin masih bisa lewat, tapi kendaraan roda empat keatas harus lewat jalur lain. Kalau lewat sini bisa bahaya,” tutur Riduan sembari menunjukkan gorong-gorong yang rusak, Rabu (25/3/2015). sore.

Tak hanya perputaran ekonomi yang terganggu, Riduan juga mengkhawatirkan keselamatan masyarakat yang lalu lintas di ruas jalan tersebut. “Kalau yang sudah tahu mungkin lebih hati-hati. Tapi yang tidak tahu bisa bahaya,” ucapnya khawatir.
Pemerintah Desa Seberang Kapuas sebenarnya tak tinggal diam terkait hal itu. Kepala Desa Seberang Kapuas, Yemmi Ibrahim mengaku ia beserta Kepala Desa Landau Kodah dan Kades Timpuk telah berkonsultasi ke Dinas PU dan Pertambangan Kabupaten Sekadau beberapa hari lalu prihal nasib jalan tersebut.

“ Kata Pak Kabid (Bina Marga) tahun ini ada dana perawatan jalan dari Seberang Kapuas sampai Landau Kodah 750 juta rupiah. Nanti sebagian untuk perbaikan gorong-gorong yang rusak,” ungkap Yemmi Ibrahim. /Yahya PKP/

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *