Diduga Virus PKI Menyebar di Singkawang

“Kalender yang beredar dan membuat heboh masyarakat Singkawang”

Oleh : Very Budiman ( Penulis adalah Pengamat Sosial )

Komunis adalah Paham brutal dan tak Bermoral, Republik Rakyat Cina adalah Kiblat Paham Komunis Terbesar. Perlu diketahui bahwa Singkawang adalah kota dengan Populasi Penduduk Cina terbesar. Apakah Singkawang adalah Surga bagi mereka berpaham Komunis?

Apakah Singkawang adalah Kiblat Komunis di Kalbar atau bahkan di Indonesia ?

Ribuan Kalender yang diseber di Singkawang semakin meresahkan./ foto : RD
Ribuan Kalender yang diseber di Singkawang semakin meresahkan./ foto : rd

Penyebaran kalender Cina dimana didalamnya terdapat propaganda Komunis membuat saya ingin mengingatkan teman-teman tentang bahaya laten Komunis. Tumpulnya Hukum membuat semua pernyataan diatas adalah benar.

Simak tulisan berikut, supaya kita tahu siapa musuh kita sebenarnya.

Sejarah dan Fakta, Partai Komunis Indonesia atau lebih kita kenal dengan sebutan PKI merupakan sejarah kelam bangsa ini.

Sejarah mencacat bahwa PKI adalah salah satu Icon keberingasan sekumpulan orang – orang yang menganut paham ini.

PKI berdiri pada tahun 1914 dengan nama Indische Sociaal Democratische Vereeniging ( ISDV ) atas inisiasi tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet.

Sneevliet menyatakan. bahwa Revolusi Oktober yang terjadi di Rusia harus diikut oleh Indonesia, maka pada tahun 1917, ISDV melakukan Pemberontakan di Pangkalan laut Utama di Surabaya, tapi serangan itu gagal, para pemimpin ISDV ditangkap  dan dikirim kembali ke Belanda.

Jadi ISDV yang merupakan kumpulan orang-orang belanda yang tidak senang dengan Pemerintahannya dikala itu. Bagaimana mungkin ISDV bisa menjelma menjadi PKI yang berisi mayoritas orang Pribumi ?.  Untuk menjawab ini tetap ikuti dan baca tulisan ini.

Walaupun para pemimpinnya telah ditangkap pergerakan ISDV di Indonesia tetap ada walaupun dalam gerakan bawah tanah. Di kala itu para kader ISDV terhimpun atau menyusupi atau terafiliasi di Sarekat Dagang Islam atau Sarekat Islam.

Keadaan semakin parah ketika ada perselisihan para anggota SI sehingga SI melarang anggotanya mendapat gelar ganda di kanca perjuangan pergerakan Indonesia sehingga memaksa para anggota yang beraliran komunis keluar dari SI.

Pada Mei 1920 dalam kongres ISDV, nama organisasi itu diubah menjadi Perserikatan Komunis Hindia dengan Semaoen sebagai ketuanya dan tahun 1924 Perserikataan komunis Hindia berubah menjadi Partai Komunis Indonesia. Itulah sebabnya kenapa ISDV yang berisi orang-orang Belanda menjadi PKI yang berisi orang-orang Indonesia.

Beberapa Kebengisan dan kebrutalan PKI di Indonesia Antara Lain : Medio Oktober 1945 : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.

Tanggal 9 Desember 1945 : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.

Tanggal 12 Desember 1945 : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.

Tanggal 3 – 9 Maret 1946 : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.

Tanggal 17 September 1948 : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 ( seratus delapan ) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

Tanggal 21 September 1948 : PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.

Tanggal 18 – 21 September 1948 : PKI menciptakan 2 ( Dua ) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 ( Tujuh ) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai :

  1. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.
    Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.
    c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.
    d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
    e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.
    f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.
    g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
    h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.
    i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.Tanggal 4 Oktober 1948 : PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI ( Majelis Syura Muslimin Indonesia ), dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

    Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.

    Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : membunuh 6 Jendral senior TNI AD secara keji dan brutal, dan masih banyak lagi kekejaman PKI lainnya.

    Tak kita pungkiri berkembangnya Komunis di Indonesia pada era Pergerakan Perjuangan, era kemerdekaan sangat di pengaruhi oleh pandangan dan hubungan kerja sama oleh pemerintah saat itu dengan Uni Soviet yang menganut Paham Komunis. Selain Soviet, RRC juga merupakan negara besar yang menganut Paham yang sama yaitu KOMUNIS.

    Runtuhnya Eropa Timur dan Tengah. Revolusi 1989 Eropa Timur dan tengah yang ditandai dengan Revolusi di beberapa Negara berpaham komunis antara lain : Polandia, Berlin, Hungaria, Jerman Timur, Bulgaria, Cekoslowakia dan Rumania menjadi awal pecah dan jatuhnya Uni Soviet sebagai Negara Paham komunis terbesar dimasa itu, sehingga pada tahun 1991 Uni Soviet terpecah menjadi belasan negara. Dan runtuhnya Paham komunis di Uni Soviet mengubah kiblat dunia dan menjadikan RRC sebagai negara terbesar berpaham Komunis saat sekarang.

    Partai Komunis Cina sebagai partai penguasa di Cina menguatkan bahwa Paham Komunis di Cina masih kuat dan terkuat.

    Masa reformasi ini membawa angin segar di Indonesia kenapa Tidak, para penyebar paham ini tetap saja bisa berkeliaran dengan bebas. Dan disini saya tidak menceritakan tentang daerah Lain  “ SAYA SEBAGAI PUTRA KALBAR MENOLAK DAN MENGANCAM”, siapaun yang turut serta dalam penyebaran Paham Komunis ini harus segera disingkirkan dengan cara apapun. Saya tak ingin Daerah kita menjadi lahan yang basah untuk berkembangnya paham Komunis disini.

 Kalender yang terdapat Logo PKI yang beredar di Singkawang sangat melukai jiwa yang suci ini, siapa pun pelakunya tetap harus di proses. Siapa pun dan dimana pun, jangan pernah anda membiarkan penyebar Paham ini melenggang kesana kemari apa lagi menjadi pemimpin daerah tempat anda berada. Tapi kalau anda ingin merasa pembantaian dan kebrutalan PKI silakan saja memilih Pemimpin yang dengan sengaja menyebarkan paham-paham komunis dengan media media apa pun.

Kami berharap hukum tidak tumpul, kami harap Supremasi Hukum tetap ditegakkan jika ingin bangsa Ini bermoral dan bermartabat. Jika ingin melihat Kota Singkawang tetap menjadi Kota Singkawang bukan Kota tempat berkembang biaknya PKI.

Sejarah PKI di Kalimantan Barat
Virus PKI telah menyebar di Singkawang, propaganda kecil yang berusaha mengenang kembali luka Perjuangan bangsa Ini telah hadir kembali di Kota Singkawang, memang kecil tapi tetaplah propaganda. Jika saja hal ini dilakukan oleh anak-anak remaja atau orang biasa mungkin tingkal ditangkap, padahal mereka hanya mengenakan saja, kenapa ketika penguasa yang melakukannya semua diam seribu bahasa, apakah ANDA juga adalah bagian dari Komunis ?.

Masalah Kalender yang memuat PKI didalamnya bukan hal yang sepele tapi ini adalah cikal bakal berkembangnya virus-virus PKI yang mematikan. Virus ini telah ada sejak lama, sejarah mencatat perkembangan PKI di Kalimantan Barat khususnya Singkawang Bukan isapan Jempol.

Operasi Tanpa Bentuk
Operasi Tanpa Bentuk adalah suatu Gerakan bawah tanah yang dilakukan pengikut Paham Komunis yang diserta dengan penyebaran famlet-famlet anti NKRI. Menurut Dr Soegiono seorang Doktor Filsafat Marxisme-Leninisme dari Universitas Pyongyang, Korea Utara bekas rektor Akademi Ilmu Sosial Ali Archam serta pernah memimpin Departemen Ilmu & Perguruan Tinggi CC PKI di zaman Aidit, Soegiono adalah seorang otak terpenting dari gerakan PKI mengatakan  “GERAKAN AKAN JALAN TERUS” dengan metode desentralisasi absolut.

Gerakan anti NKRI dengan menyebaran Famlet-famlet dikala itu menjadi bukti bahwa PKI tumbuh subur di Kalimantan Barat, bahkan di Kota Singkawang terjadi Pengibaran bendera PKI di kantor Imigrasi dan lapangan-lapangan. Virus itu ada dari sejak dulu kala, yang namanya virus tetap akan ada dan berusaha mencari kesempatan dan kelemahan-kelemahan kita. MARI TETAP JAGA NKRI.

Menurut Staff Kodam XII tidak bisa menyembunyikan dugaannya bahwa gerakan komunis di Kalbar digerakkan juga oleh komunis di luar negeri”. dan dengan luar negeri, ia menunjuk pada UNi Soviet, “tapi yang lebih besar adalah RRT”

DASAR HUKUM
Berdasarkan TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 dan berdasarkan UU no 27 tahun 1999 perubahan dari KUHP pasal 107,  Pasal 1 Menambah 6 (enam) ketentuan baru di antara Pasal 107 dan Pasal 108 Bab I Buku II Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang Kejahatan Terhadap Keamanan Negara yang dijadikan Pasal 107 a, Pasal 107 b, Pasal 107 c, Pasal 107 d, Pasal 107 e, dan Pasal 107 f yang berbunyi sebagai berikut Pasal 107 a.  Barang siapa yang secara melawan hukum di muka umum dengan lisan, tulisan dan atau melalui media apapun, menyebarkan atau mcngembangkan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisine dalam segala bentuk dan perwujudannya dipidana dcngan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

SAYA BERHARAP KASUS KALENDER DENGAN LOGO PKI TETAP HARUS DI proses, dan semua masyarakat Singkawang tetap mengawal kasus ini jangan sampai di peti es kan, jangan sampai penyebar PKI tidak mendapatkan sangsi hukum apapun.

Tegakkan supremasi hukum, jika hukum tumpul jangan salahkan gejolak dari masyarakat.

Jadi masih kah anda ingin di pimpin oleh pemimpin yang menganut paham Komunis ?

Masih kah anda ingin melihat dan menyaksikan kebrutalan PKI dan pengikutnya ?.  Masih kah anda ingin tetap hidup damai sejahtera dengan Iklim ekonomi yang kondusif ? Semua itu ada di tangan anda, anda yang memilih dan anda yang memutuskan. Salah memilih resiko ditangan anda. Kalau saya, lebih baik tidak, kalau saya lebih mencari Pemimpin yang memiliki pandangan tentang Agama dan Pancasila.

Sejarah berdirinya Kota Singkawang memberi bukti hubungan kekerabatan yang erat dengan RRC,  walaupun MASIH BANYAK JUGA MASYARAKAT SINGKAWANG YANG BERJIWA PATRIOTISME DENGAN TETAP MEMPERTAHANKAN NKRI.

Jika kita biarkan hal – hal kecil ini maka bukan tak mungkin akan timbul hal-hal besar lainnya. Untuk memulai yang besar, penganut Paham Komunis pastinya akan memulai menghidupkan kembali virus-virus yang masih melekat.

Aparat Hukum harus jeli dalam memandang kasus ini sebagai suatu bentuk pelanggaran terhadap Undang-undang. Siapapun penyebar Paham Komunis harus mendapatkan sanksi yang keras sesuai dengan undang-undang./*

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *