Diduga Rembesan Limbah PT. KSP Bocor

SEKADAU ! POSTKOTAPONTIANAK.COM Sepuluh (10) Orang warga dari kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang mendatangi Pabrik (PMKS) PT.KSP (Kalimantan Sanggar Pusaka ) yang di duga lahan kebun karetnya terkena rembesan limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Kalimantan Sanggar Pusaka (KSP) desa Entabuk Kecamatan Belitang hilir beberapa waktu lalu mendatangi kantor PMKS PT. KSP, kedatangn warga tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah menuntut agar Pihak PT.KSP bertangungjawab terhadap kerusakan kebun karet mereka.

Menurut Hengky Sekdes Desa Sepauk mengatakan bahwa 10 orang warga memang mengalami kerugian akibat limbah PT. KSP”Jumlah kerugian warga dari materi sekitar seribu batang tanaman karet warga mati akibat rembesan limbah dari yang merembes melalui sungai Kelansam, jadi korban menuntut agar di ganti rugi sesuai jumlah kerugian,” kata Hengki

Impormasi yang berhasil di himpun media ini di lapangan menemukan sekitar seribu batang kebun karet warga mati mendadak, yang di duga sementara adalah akibat limbah PMKS PT. KSP yang pernah mengalami kebocoran pada awal tahun 2015.

Namum dugaan tersebut dibantah keras oleh pihak PT. KSP melalui Kamasi kepala Satpam yang di damping Noni kepala personalia,sebab menejer pabrik tidak dapat ditemui terkesan menghindar ketika awak media mendatangi kantor tersebut.

Namum hanya kepala satpam yang menjawab beberapa pertanyaan awak media seperti di kutip dibawah in”Pada awal tahun 2015 limbah kami pernah bocor , tapi sudah berhasil di perbaikan, tapi kerusakan kebun karet tersebut bukan karena limbah kami, memang benar ada sejumlah pohon karet yang mati, tapi apakah akibat limbah atau bukan saya tidak tau,” kata Kamasi.

Namum ia tidak bisa menjelaskan secara detil apa yang dituntut oleh 10 orang warga desa Sepauk yang pernah mendatangi kantor tersebut, sebab memang bukan kapasitas dia yang menjawab persoalan tersbut, karena bukan tugas dan wewenang dia, kemungkinan sebagai kepala satpam dia tidak tau dan mungkin saja tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketika para awak media melihat langsung kelapangan memang benar bahwa memang ada rembesan dari kolam limbah. Terutama kolam satu dan kolam tujuh, bahkan kolam tujuh langsung mereka alirkan keluar melalui pipa. Padahal seharusnya kolam delapan baru bisa di alirkan. Bahkan servis dan perabaikan tanggul baru terlihat beberapa hari yang lalu guna mengatasi kebocoran sebab tanah timbunan tanggul masih baru .

Dari hasil peninjuan dilapangan dapat disimpulkan bahwa artinya kolam tersebut memang kurang pemeliharaan, padahal kalau dari segi bahaya air limbah memang sangat berbahaya baik pada tanam tumbuh maupun terhadap mahluk hidup atau ternak warga, bahkan bisa beberhaya sekali bagi manusia.

Hal ini tentu memerlukan kinerja ekstra dari instansi terkait yang jarang sekali kontrol kelapangan, mereka lebih suka duduk di belakang meja,ketimbang turun kelapangan.

Bahkan pihak perusahaan melalui Noni kepala personalia KSP mengatakan bahwa pihaknya scara rutin setiap bulan membuat laporan kepada instansi yang dalam hal ini adalah kantor Lingkungan Hidup (Lh) kabupaten Sekadau terkait saol limbah. namum adanya kebocoran tidak diketahui oleh dinas terkait, sebab mereka hanya melihat laporan bahwa semuanya baik–baik saja dalam tulisan di atas kertas,mirisnya lagi ketika warga berontak barulah ada upaya perbaikan dan tindakan,(mus)

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *